TINGKAT KELELAHAN SUPIR SHUTTLE SERVICE BERDASARKAN KADAR KORTISOL DALAM DARAH DAN NASA-TLX (TASK LOAD INDEX)
Layanan jasa transportasi darat semakin tahun semakin meningkat. Layanan jasa
transportasi darat ini banyak diminati masyarakat. Masyarakat menggunakan layanan
jasa transportasi darat untuk bepergian ke luar atau ke dalam kota, karena masyarakat
ingin merasa nyaman dan tidak perlu mengeluarkan energi ketika melakukan
perjalanan. Adapun jenis-jenis layanan jasa transportasi darat itu seperti kereta api, bus,
dan shuttle service (travel).
Kendaraan shuttle service merupakan kendaraan umum yang sering ditemui di
jalan raya dan sangat diminati oleh masyarakat. Shuttle service sangat diminati karena
sistem yang digunakan adalah sistem pool to pool dan point to point. Sistem pool to
pool ini adalah sistem yang awalnya berangkat dari pool keberangkatan menuju pool
tempat tujuan, sedangkan sistem point to point adalah sistem yang awalnya menjemput
di point tertentu dan mengantarkannya ke point tertentu.
Shuttle service dari tahun ke tahun semakin meningkat, karena minat masyarakat
semakin tinggi. Peningkatan ini membuat jalan raya menjadi semakin padat, sehingga
kemungkinan terjadinya kecelakaan di jalan raya semakin besar. Meister (1987)
mendefinisikan sebuah kecelakaan adalah sebagai peristiwa yang tidak terduga yang
dapat merusak sistem dan/atau individu atau dapat mempengaruhi pencapaian dari misi
sistem atau tugas individu.
Menurut data POLRI yang telah diolah kembali oleh Direktorat Keselamatan
Transportasi Darat, kecelakaan kendaraan shuttle service yang terjadi dari tahun 2004
sampai 2009 mempunyai nilai rata-rata peningkatan sebesar 34,87%. Mayoritas
kecelakaan kendaraan shuttle service diakibatkan oleh kelelahan yang terjadi pada supir
pada saat mengemudi (Situs Tempo Interaktif, 2010). Kelelahan dapat menyebabkan
kesulitan konsentrasi dalam bekerja, sehingga meningkatkan kesalahan dalam bekerja
(human error) dan akhirnya dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja. Salah satu faktor yang memungkinkan terjadinya kelelahan dalam bekerja adalah pembagian
jam kerja yang telah diterapkan.
Travel X merupakan layanan jasa transportasi angkutan darat yang terdapat di
Bandung. Jurusan yang terdapat pada Travel X ini adalah Bandung-Jakarta dan Jakarta-
Bandung. Sistem yang diterapkan Travel X adalah sistem pool to pool. Terdapat 3 pool
di Bandung yaitu Dipatiukur, Cihampelas, dan Pasteur, sedangkan di Jakarta terdapat 6
pool yaitu Kelapa Gading, Bintaro, Tomang, Sudirman, Fatmawati, dan Mangga Dua.
Jam kerja yang diterapkan perusahaan untuk supir yaitu pagi, siang, sore, dan
malam, sedangkan dalam pembagian jam kerjanya, perusahaan tidak menerapkannya.
Pembagian jam kerja yang terjadi pada Travel X tidak teratur, sehingga dampak yang
terjadi akibat dari pembagian jam kerja yang tidak teratur ini adalah waktu istirahat
yang pada supir tersebut menjadi tidak menentu. Hal ini didapat dari hasil wawancara
terhadap supir dan pihak manajemen. Ketika supir tersebut posisi awal berada di
Bandung, maka sesampainya di Jakarta, supir tersebut apabila ingin kembali ke
Bandung tergantung dari jumlah armada yang terdapat di pool tersebut. Apabila jumlah
armada yang terdapat di pool tersebut sedikit, maka waktu istirahat yang dibutuhkan
oleh supir tersebut untuk kembali ke Bandung hanyalah sebentar. Akan tetapi, apabila
jumlah armada yang terdapat di pool tersebut banyak, maka supir tersebut memiliki
banyak waktu untuk istirahat.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2011).TINGKAT KELELAHAN SUPIR SHUTTLE SERVICE BERDASARKAN KADAR KORTISOL DALAM DARAH DAN NASA-TLX (TASK LOAD INDEX) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.TINGKAT KELELAHAN SUPIR SHUTTLE SERVICE BERDASARKAN KADAR KORTISOL DALAM DARAH DAN NASA-TLX (TASK LOAD INDEX) ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
MLA Style
.TINGKAT KELELAHAN SUPIR SHUTTLE SERVICE BERDASARKAN KADAR KORTISOL DALAM DARAH DAN NASA-TLX (TASK LOAD INDEX) ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
Turabian Style
.TINGKAT KELELAHAN SUPIR SHUTTLE SERVICE BERDASARKAN KADAR KORTISOL DALAM DARAH DAN NASA-TLX (TASK LOAD INDEX) ().Teknik Industri:FTI,2011.Text