PENENTUAN JUMLAH TEKNISI MAINTENANCE MESIN HOT PRESS MENGGUNAKAN MODEL SISTEM ANTREAN DENGAN KRITERIA MINIMASI EKSPEKTASI TOTAL ONGKOS (STUDI KASUS DI PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, TBK)
Kegiatan dalam suatu sistem produksi tidak terlepas dari kegiatan perawatan mesin (maintenance). Kegiatan perawatan mesin memerlukan teknisi maintenance yang harus selalu siap bila dibutuhkan dan pengalokasian jumlah teknisi merupakan bagian dari biaya yang harus ditanggung perusahaan. Sehingga terjadi hubungan antara biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk pengalokasian teknisi maintenance dengan kerugian yang harus ditanggung perusahaan jika terjadi kerusakan mesin. Kegiatan produksi di PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk sangat tergantung pada mesin-mesin yang digunakannya. Salah satu mesin yang digunakan adalah mesin hot press yang berjumlah 42 unit mesin yang terbagi dalam tujuh line produksi. Mesin hot press adalah alat untuk melakukan pengepresan bahan setengah jadi menjadi outsole. Bila terdapat satu mesin hot press rusak dalam satu line, maka semua mesin di dalam satu line yang sama akan berhenti beroperasi sampai mesin yang rusak tersebut selesai diperbaiki. Jika jumlah teknisi maintenance yang menangani kurang, maka sebagian jumlah mesin hot press yang rusak akan menunggu untuk diperbaiki dan akhirnya akan menyebabkan target produksi pada hari itu tidak tercapai. Tetapi jika jumlah mesin hot press yang rusak sedikit sering kali terjadi kelebihan jumlah teknisi maintenance yang menangani, akibatnya ada beberapa jumlah teknisi yang menggangur. Dalam menentukan jumlah teknisi maintenance mesin hotpress yang optimal digunakan model sistem antrean dengan kriteria minimasi ekspektasi total ongkos. Data yang diperlukan adalah data selang waktu antar kerusakan dan lamanya perbaikan, ongkos teknisi maintenance dan ongkos loss opportunity. Pengolahan data dilakukan dengan melakukan pengujian uji kesamaan populasi, penentuan λ dan μ , penentuan ongkos, pengembangan rumus antrian M/M/s/N=42.
Hasil penelitian menggunakan model sistem antrean berdasarkan karakteristik sumber input terbatas dengan kriteria minimasi ekspektasi total ongkos sebanyak 4 orang dengan total cost Rp. 7.063.583,63/jam
Detail Information
Citation
APA Style
. (2011).PENENTUAN JUMLAH TEKNISI MAINTENANCE MESIN HOT PRESS MENGGUNAKAN MODEL SISTEM ANTREAN DENGAN KRITERIA MINIMASI EKSPEKTASI TOTAL ONGKOS (STUDI KASUS DI PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, TBK) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.PENENTUAN JUMLAH TEKNISI MAINTENANCE MESIN HOT PRESS MENGGUNAKAN MODEL SISTEM ANTREAN DENGAN KRITERIA MINIMASI EKSPEKTASI TOTAL ONGKOS (STUDI KASUS DI PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, TBK) ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
MLA Style
.PENENTUAN JUMLAH TEKNISI MAINTENANCE MESIN HOT PRESS MENGGUNAKAN MODEL SISTEM ANTREAN DENGAN KRITERIA MINIMASI EKSPEKTASI TOTAL ONGKOS (STUDI KASUS DI PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, TBK) ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
Turabian Style
.PENENTUAN JUMLAH TEKNISI MAINTENANCE MESIN HOT PRESS MENGGUNAKAN MODEL SISTEM ANTREAN DENGAN KRITERIA MINIMASI EKSPEKTASI TOTAL ONGKOS (STUDI KASUS DI PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, TBK) ().Teknik Industri:FTI,2011.Text