// <![CDATA[ANALISIS KEHANDALAN PEKERJAAN AWAK KA PADA KERETA API MENGGUNAKAN METODE HUMAN ERROR ASSESSMENT AND REDUCTION TECHNIQUE (HEART) (STUDI KASUS DI PT. KERETA API INDONESIA (KAI))]]> YUANITA FITRIARI / 13.2006.074 Penulis 0409066802 - Caecilia Sri Wahyuningsih, Ir., MT. Dosen Pembimbing 2 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1
Kereta Api (KA) merupakan sarana transportasi darat yang digemari oleh masyarakat luas, karena dapat mengangkut penumpang atau barang dalam jumlah besar dalam sekali perjalanan, hemat biaya, dan memiliki jalur perjalanan tersendiri sehingga terbebas dari hambatan. Penggunaan jasa transportasi KA oleh masyarakat luas perlu ditunjang dengan jaminan keselamatan dan keamanan selama perjalanan. Di Indonesia tingkat kecelakaan KA saat ini masih cukup tinggi, berdasarkan data Direktorat Jendral Perkeretaapian Kementrian Perhubungan Republik Indonesia diketahui bahwa jumlah kecelakaan KA dari tahun 2004-2007 sebanyak 461 kasus kecelakaan dengan jumlah korban jiwa sebanyak 923 orang. Angka tersebut masih cukup tinggi sehingga perlu dianalisis faktor penyebab kecelakaan KA. Berdasarkan data Direktorat Jendral Perkeretaapian Kementrian Perhubungan Republik Indonesia tahun 2008 terdapat 5 faktor penyebab kecelakaan KA yaitu sarana, prasarana, Daya Manusia (SDM), eksternal, dan alam. Dari ke-5 faktor tersebut faktor SDM memiliki persentase tertinggi yaitu 35%. Hal ini menandakan tingkat human error operator dalam suatu perjalanan KA masih cukup tinggi, sehingga dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan KA. Berdasarkan data tersebut maka perlu dilakukan suatu analisis ketidakhandalan operator salah satunya yaitu awak KA yang terdiri dari masinis, asisten masinis, dan Kondektur Pemimpin (KP). Pengukuran terhadap ketidakhandalan tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Human Error Assessment And Reduction Technique (HEART). Pada metode HEART dapat diketahui besar probabilitas human error dari masing-masing pekerjaan dan diketahui besar persentase faktor paling dominan yang mempengaruhi ketidakhandalan operator pada suatu kecelakaan KA. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data kasus kecelakaan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang telah dipublikasikan dan telah dilakukan konfirmasi kepada pihak PT.KAI. Pada metode HEART pendapat ahli diperlukan dan ahli yang digunakan pada penelitian ini adalah ahli dari PT KAI pada bagian Pusat keselamatan (Pussel). Adapun besar Human Error Probability (HEP) pada pekerjaan masinis dan asisten masinis adalah sebesar 31,9% dengan besar kehandalah 68,1%, sedangkan besar HEP pada pekerjaan KP sebesar 16,9% dengan besar kehandalan 83,1%. Berdasarkan nilai HEP tersebut diketahui penyebab dominan ketidakhandalan pada pekerjaan masinis dan asisten masinis adalah kecepatan rangkaian KA yang melebihi batas aman yang disebabkan karena pelanggaran prosedur batas kecepatan atau kurangnya informasi yang didapat oleh masinis, sedangkan faktor penyebab dominan ketidakhandalan pada pekerjaan KP adalah prosedur pelaksanaan dilapangan kurang dipahami. Rekomendasi yang diberikan sistem transportasi KA terutama pada awak KA adalah melakukan pemeriksaan dan perawatan pada sarana dan prasarana KA secara lebih rutin yang disesuaikan dengan laju kerusakan, membebaskan berbagai hal yang menghalangi pandangan masinis dan asisten masinis di sepanjang jalan rel, pembuatan display batas kecepatan disepanjang track yang mengalami penurunan kondisi/kerusakan dan sebelum mendekati sinyal, melaksanakan pelatihan kembali secara lebih rutin pada awak KA untuk merefresh kembali ingatan awak KA mengenai prosedur kerja yang ada, memberikan jarak yang cukup pada penempatan pembatas kecepatan (taspat) dengan ukuran display yang mudah dibaca dan dipahami, mensosialisasikan perubahan peraturan pada perjalanan KA maupun prosedur kerja, dan sharing mengenai pengalaman menghadapi kondisi abnormal sesuai dengan SOP yang telah dibuat, serta mewajibkan masinis dan asisten masinis untuk beristirahat dengan cukup sebelum keberangkatan KA.