PEMBENTUKAN SEL MANUFAKTUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE BETROC PADA CV. TIMUR RAYA TEKNIK
CV. Timur Raya Teknik adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur. Produk yang dihasilkan adalah automotive part, furniture part, dan agriculture part. Setiap produk yang dihasilkan perusahaan saat ini dapat mencapai rata-rata 1000 pieces/part setiap bulan. Seringkali perusahaan mendapat order lebih dari rata-rata per bulan yaitu 2000-3000 pieces/part setiap bulan. Perusahaan terkadang belum dapat memenuhi permintaan tersebut karena kapasitas dan waktu pengerjaan yang tidak dapat selesai dalam satu bulan. Saat ini perusahaan akan membangun pabrik baru dengan kapasitas yang lebih besar sehingga membutuhkan perencanaan untuk susunan mesin. Terdapat 4 jenis tata letak yang umumnya digunakan dalam sistem manufaktur, yaitu process layout, product layout, fixed layout, dan group technology-based layout. Penggunaan tata letak ini didasarkan pada volume produksi dan variasi dari produk yang dihasilkan (Singh dan Rajamani,1996). CV. Timur Raya Teknik memproduksi part dalam jumlah yang besar dengan variasi yang tinggi. Berdasarkan hubungan tata letak dengan variasi serta volume produk yang dihasilkan perusahaan, maka pendekatan yang akan digunakan untuk tata letak perusahaan adalah group technology-based layout.
Tata letak mesin pada CV. Timur Raya Teknik saat ini adalah process layout. Group technology-based layout dipilih sebagai tata letak yang paling tepat untuk perusahaan. Konsepnya adalah membentuk sel-sel manufaktur dengan cara mengelompokkan mesin-mesin menjadi sel mesin dan mengelompokkan part-part menjadi family part. Metode yang dipilih adalah Better Alternative to Rank Order Clustering (BETROC) karena kualitas dari solusi yang dihasilkan lebih unggul dan lebih efisien dibandingkan dengan metode lainnya (Babu. A. S., et. al., 2000). Metode ini adalah pengembangan dari algoritma Rank Order Clustering (ROC) yang dipadukan dengan algoritma Average Linkage Clustering (ALC) sehingga dihasilkan part family dan sel-sel mesin.
Hasil dari pengolahan data yang dilakukan adalah 2 alternatif solusi yang berupa sel-sel manufaktur. Solusi yang lebih baik menurut perhitungan grouping efficacy (GE) adalah solusi 2 karena nilai GE solusi 2 lebih besar yaitu 0,317 daripada solusi 1 yaitu 0,268. Solusi yang terbaik dari metode BETROC juga dibandingkan dengan tata letak awal pada CV. Timur Raya Teknik. Hasil perbandingan GE menunjukkan solusi yang dihasilkan metode BETROC lebih baik daripada tata letak awal. Hal ini ditunjukkan oleh nilai GE solusi metode BETROC lebih besar yaitu 0,317 daripada nilai GE tata letak awal yaitu 0,151, sehingga dapat disimpulkan bahwa GT layout lebih baik daripada process layout yang diterapkan perusahaan saat ini.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2011).PEMBENTUKAN SEL MANUFAKTUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE BETROC PADA CV. TIMUR RAYA TEKNIK ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.PEMBENTUKAN SEL MANUFAKTUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE BETROC PADA CV. TIMUR RAYA TEKNIK ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
MLA Style
.PEMBENTUKAN SEL MANUFAKTUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE BETROC PADA CV. TIMUR RAYA TEKNIK ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
Turabian Style
.PEMBENTUKAN SEL MANUFAKTUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE BETROC PADA CV. TIMUR RAYA TEKNIK ().Teknik Industri:FTI,2011.Text