// <![CDATA[PENENTUAN RUTE KENDARAAN UNTUK PENDISTRIBUSIAN BERAS BERSUBSIDI DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA SEQUENTIAL INSERTION (STUDI KASUS DI PERUM BULOG SUB DIVISI REGIONAL BANDUNG)]]> Hotasi S. Nababan / 132006112 Penulis Ir. Susy Susanty, M.T. Dosen Pembimbing 2 Ir. Suprayogi.,Ph.D Dosen Pembimbing 1
Transportasi merupakan suatu penghubung dari satu fasilitas ke fasilitas yang lain. Penentuan rute kendaraan merupakan salah satu hal yang penting dalam perencanaan transportasi dan distribusi. Biaya transportasi merupakan salah satu komponen utama dalam total biaya logistik. Untuk mengurangi biaya transportasi tersebut maka perlu dicari urutan pengantaran produk atau pemilihan rute jalur transportasi yang tepat oleh kendaraan sedemikan rupa sehingga dapat melayani sejumlah konsumen yang meminimumkan waktu dan jarak perjalanan. Permasalahan pencarian rute ini dapat diselesaikan dengan menggunakan VRP (Vehicle Routing Problem). Dalam literatur, secara umum masalah penentuan rute kendaraan ini adalah istilah yang umum diberikan untuk seluruh kelas permasalahan yang melibatkan sekumpulan rute kendaraan-kendaraan yang berbasiskan pada depot-depot untuk melayani pelanggan yang tersebar dengan permintaannya masing-masing. Varian-varian VRP terus berkembang didasarkan atas kebutuhannya menyesuaikan dengan karakteristik sistem nyata yang ada. Penelitian ini berisikan mengenai penentuan rute kendaraan untuk pendistribusian beras miskin atau beras subsidi yang dilakukan oleh Perum Bulog (Badan Usaha Logistik) Sub Divisi Regional Kota Bandung khusus untuk Satuan kerja (Satker) Kota Bandung dan Kota Cimahi. Permasalahan penentuan rute tersebut dapat dipandang sebagai VRP dengan karakteristik multiple depots, multiple trips dan split delivery. Teknik pemecahan masalah yang dilakukan untuk menentukan rute kendaraan tersebut adalah dengan menggunakan algoritma sequential insertion. Ide dasar algoritma sequential insertion adalah memasukkan (menyisipkan) pelanggan-pelanggan yang belum ditugaskan pada rencana rute saat ini pada posisi terbaik. Algoritma sequential insertion akan berusaha menghasilkan jumlah kendaraan (tur) sekecil mungkin dengan memanfaatkan kapasitas kendaraan sebanyak mungkin. Pembentukan rute ini membutuhkan data jarak antar lokasi dan data jarak tersebut diperoleh dengan menggunakan software Google Earth. Pembentukkan rute kendaraan pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Microsoft Office Excel 2007 dan menghasilkan 18 tur dengan 9 tur pada gudang Cimindi dan 9 tur pada Gudang Gedebage sehingga dengan horison perencanaan 1 hari maka jumlah kendaraan yang dibutuhkan untuk melayani 166 kelurahan adalah 18 kendaraan sedangkan untuk 5 hari pengiriman maka jumlah kendaraan yang dibutuhkan pada hari pertama hingga hari keempat adalah 4 kendaraan dan pada hari kelima diperlukan 2 kendaraan. Jumlah kelurahan yang dilayani oleh gudang Cimindi sebanyak 77 kelurahan sedangkan untuk gudang Gedebage sebanyak 89 kelurahan. Pembagian tersebut berdasarkan pembentukan rute dengan meminimisasi waktu penyelesaian yang tidak melebihi horison perencanaan sehingga jarak tempuh yang diperoleh tiap kendaraan dapat diminimisasi. Rute yang terbentuk berdasarkan karakteristik sistem nyata yang ada pada Perum Bulog saat ini yaitu dengan adanya multiple depots, multiple trips dan split delivery. Kata kunci: Vehicle Routing Problem, Sequential Insertion, Multiple Depots, Multiple Trips, dan Split delivery.