// <![CDATA[TINGKAT KESENJANGAN KOMPETENSI PEGAWAI ADMINISTRATIF DI FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN (FTSP) ITENAS]]> RISTANDY HADIANSYAH / 13-2007-006 Dosen Pembimbing 1 Sugih Arijanto, ST., MM. Yoanita Yuniati, ST., S.Psi., MT.
Sekarang ini adalah era persaingan global, sehingga perusahaan dituntut untuk memaksimalkan sumber daya yang dimiliki untuk dapat memenangkan pasar. Untuk meningkatkan kualitas suatu organisasi atau perusahaan, aspek sumber daya manusia (SDM) haruslah menjadi salah satu titik pentingnya, karena sehebat apapun mesin, material, keuangan, dan metode, efektifitasnya kembali pada faktor SDM sebagai sumber daya yang membuat dan menjalankan semua itu. Oleh karena itu peningkatan kualitas SDM diperlukan agar menunjang tercapainya tujuan sebuah organisasi. Institut Teknologi Nasional (Itenas) adalah sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung. Saat ini Itenas mendapat sumber dana yang berasal dari hibah pemerintah, yaitu Program Hibah Kompetensi Institusi (PHKI) tema A yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan SDM, keuangan, informasi, asset, serta layanan. Saat ini Itenas telah memiliki berbagai peraturan kepegawaian dan kebijakan mengenai pembinaan SDM, namun belum dapat memotivasi pegawai untuk meningkatkan kompetensi untuk mencapai tujuan Itenas. Itenas memiliki unit-unit yang berfungsi untuk mendukung berjalannya roda organisasi. Saat ini Itenas termasuk Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dalam melakukan sistem penempatan pegawai belum berdasar terhadap kompetensi yang ideal yang harus dimiliki oleh suatu jabatan, karena proses penempatannya masih sama untuk seluruh jabatan. Hal ini menimbulkan adanya ketidakpuasan hasil kinerja karyawan di unitnya. Masalah tumpang tindih pekerjaan yang terjadi menambah masalah yang membuat kinerja tidak maksimal. Kondisi saat ini menimbulkan dugaan kompetensi yang dimiliki pegawai lebih rendah dari pada kompetensi yang ideal diharapkan oleh pimpinannya. Masalah ini telah coba diatasi, namun pelatihan yang dilakukan belum berdasar data apapun, tidak ada standar yang menjadi patokan dan tidak ada evaluasi kemampuan yang sudah dimiliki. Penanggulangan masalah yang telah dilaksanakan ini dirasa kurang efektif dan efisien dalam memperbaiki kondisi yang dirasakan. Itenas perlu untuk menyusun sistem man power planing secara menyeluruh yang membuat tata kelola sistem MSDM lebih baik dan dapat mengatasi seluruh masalah yang timbul dari dugaan kurangnya kompetensi pegawai. Jika masalah ini tidak segera diatasi, maka proses man power planing di FTSP akan selalu atau bahkan memperparah masalah, mulai dari keluhan pimpinan, kualitas dari layanan yang dihasilkan sehingga menurunkan kepuasan pelanggan, baik mahasiswa ataupun dosen. pada umumnya menurunkan daya saing Itenas dari segi layanan, pada jangka panjang bisa menyebabkan berkurangnya minat terhadap Itenas yang memberikan jasa pendidikan tinggi.