TINGKAT KESENJANGAN KOMPETENSI PEGAWAI ADMINISTRATIF DI FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN (FTSP) ITENAS
Sekarang ini adalah era persaingan global, sehingga perusahaan dituntut untuk
memaksimalkan sumber daya yang dimiliki untuk dapat memenangkan pasar. Untuk
meningkatkan kualitas suatu organisasi atau perusahaan, aspek sumber daya manusia
(SDM) haruslah menjadi salah satu titik pentingnya, karena sehebat apapun mesin,
material, keuangan, dan metode, efektifitasnya kembali pada faktor SDM sebagai
sumber daya yang membuat dan menjalankan semua itu. Oleh karena itu peningkatan
kualitas SDM diperlukan agar menunjang tercapainya tujuan sebuah organisasi.
Institut Teknologi Nasional (Itenas) adalah sebuah perguruan tinggi swasta di
Bandung. Saat ini Itenas mendapat sumber dana yang berasal dari hibah pemerintah,
yaitu Program Hibah Kompetensi Institusi (PHKI) tema A yang bertujuan untuk
meningkatkan kualitas pengelolaan SDM, keuangan, informasi, asset, serta layanan.
Saat ini Itenas telah memiliki berbagai peraturan kepegawaian dan kebijakan mengenai
pembinaan SDM, namun belum dapat memotivasi pegawai untuk meningkatkan
kompetensi untuk mencapai tujuan Itenas.
Itenas memiliki unit-unit yang berfungsi untuk mendukung berjalannya roda
organisasi. Saat ini Itenas termasuk Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP),
dalam melakukan sistem penempatan pegawai belum berdasar terhadap kompetensi
yang ideal yang harus dimiliki oleh suatu jabatan, karena proses penempatannya masih
sama untuk seluruh jabatan. Hal ini menimbulkan adanya ketidakpuasan hasil kinerja
karyawan di unitnya. Masalah tumpang tindih pekerjaan yang terjadi menambah
masalah yang membuat kinerja tidak maksimal. Kondisi saat ini menimbulkan dugaan
kompetensi yang dimiliki pegawai lebih rendah dari pada kompetensi yang ideal
diharapkan oleh pimpinannya. Masalah ini telah coba diatasi, namun pelatihan yang
dilakukan belum berdasar data apapun, tidak ada standar yang menjadi patokan dan
tidak ada evaluasi kemampuan yang sudah dimiliki. Penanggulangan masalah yang
telah dilaksanakan ini dirasa kurang efektif dan efisien dalam memperbaiki kondisi
yang dirasakan. Itenas perlu untuk menyusun sistem man power planing secara menyeluruh yang
membuat tata kelola sistem MSDM lebih baik dan dapat mengatasi seluruh masalah
yang timbul dari dugaan kurangnya kompetensi pegawai. Jika masalah ini tidak segera
diatasi, maka proses man power planing di FTSP akan selalu atau bahkan
memperparah masalah, mulai dari keluhan pimpinan, kualitas dari layanan yang
dihasilkan sehingga menurunkan kepuasan pelanggan, baik mahasiswa ataupun dosen.
pada umumnya menurunkan daya saing Itenas dari segi layanan, pada jangka panjang
bisa menyebabkan berkurangnya minat terhadap Itenas yang memberikan jasa
pendidikan tinggi.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2011).TINGKAT KESENJANGAN KOMPETENSI PEGAWAI ADMINISTRATIF DI FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN (FTSP) ITENAS ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.TINGKAT KESENJANGAN KOMPETENSI PEGAWAI ADMINISTRATIF DI FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN (FTSP) ITENAS ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
MLA Style
.TINGKAT KESENJANGAN KOMPETENSI PEGAWAI ADMINISTRATIF DI FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN (FTSP) ITENAS ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
Turabian Style
.TINGKAT KESENJANGAN KOMPETENSI PEGAWAI ADMINISTRATIF DI FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN (FTSP) ITENAS ().Teknik Industri:FTI,2011.Text