PENENTUAN LEVEL FAKTOR PROSES PRODUKSI PADA PEMBUATAN UBIN TANAH MERAH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KUAT LENTUR DENGAN METODE TAGUCHI (STUDI KASUS DI BALAI BESAR KERAMIK)
Industri bahan bangunan saat ini mengalami persaingan yang cukup tinggi karena
banyaknya jumlah perusahaan yang memproduksi bahan bangunan. Oleh karena itu perusahaan
harus menjaga kualitas produk dan tidak memberikan harga jual yang tinggi kepada pihak
konsumen sehingga perusahaan selalu unggul dari persaingan tersebut. Saat ini lembaga
penelitian dan pengembangan Balai Besar Keramik (BBK) telah membuat produk baru, yaitu
ubin tanah merah yang merupakan produk alternatif dari ubin keramik karena biaya
produksinya lebih murah dan jenis bahan baku yang digunakan lebih sedikit dibandingkan biaya
produksi dan jenis bahan baku ubin keramik. Untuk menjaga kualitas ubin yang akan
diproduksi, BBK harus melakukan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang
berpengaruh terhadap kuat lentur ubin tanah merah dan bagaimana kombinasi dan komposisi
bahan baku sehingga dihasilkan ubin tanah merah dengan kualitas yang optimal yang sesuai
Standar Nasional Indonesia (SNI 0106-1987 A) untuk ubin keramik berglasir.
Pengendalian kualitas yang dilakukan terhadap ubin tanah merah adalah
pengendalian kualitas secara off-line. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam
desain eksperimen ini adalah metode Taguchi. Metode Taguchi merupakan suatu
metodologi baru dalam bidang teknik yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas
produk dan proses dalam waktu yang bersamaan sehingga dapat menekan biaya dan
sumber daya seminimal mungkin. Dengan digunakannya metode Taguchi, diharapkan
dapat mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap kuat lentur ubin tanah
merah, menghasilkan kombinasi dan komposisi bahan baku yang tepat, dan memberikan kuat
lentur ubin tanah merah yang optimal
Dari hasil penelitian faktor-faktor terkendali yang berpengaruh pada kuat lentur ubin
tanah merah adalah komposisi bahan, tekananan pembentukan, dan temperatur pembakaran.
Sedangkan faktor tidak terkendali adalah kadar kotoran dalam lempung. Pengolahan data
dilakukan dengan cara mengitung rata-rata dan variansi dari hasil pengujian kuat lentur. Dari
hasil perhitungan kontribusi, temperatur pembakaran merupakan faktor yang paling besar
kontibusinya untuk kekuatan lentur ubin tanah merah.
Dengan menggunakan matriks ortogonal L18(21
Detail Information
Citation
APA Style
. (2011).PENENTUAN LEVEL FAKTOR PROSES PRODUKSI PADA PEMBUATAN UBIN TANAH MERAH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KUAT LENTUR DENGAN METODE TAGUCHI (STUDI KASUS DI BALAI BESAR KERAMIK) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.PENENTUAN LEVEL FAKTOR PROSES PRODUKSI PADA PEMBUATAN UBIN TANAH MERAH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KUAT LENTUR DENGAN METODE TAGUCHI (STUDI KASUS DI BALAI BESAR KERAMIK) ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
MLA Style
.PENENTUAN LEVEL FAKTOR PROSES PRODUKSI PADA PEMBUATAN UBIN TANAH MERAH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KUAT LENTUR DENGAN METODE TAGUCHI (STUDI KASUS DI BALAI BESAR KERAMIK) ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
Turabian Style
.PENENTUAN LEVEL FAKTOR PROSES PRODUKSI PADA PEMBUATAN UBIN TANAH MERAH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KUAT LENTUR DENGAN METODE TAGUCHI (STUDI KASUS DI BALAI BESAR KERAMIK) ().Teknik Industri:FTI,2011.Text