// <![CDATA[USULAN STRATEGI PENINGKATAN PERFORMANSI KERJA GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI KOTA BANDUNG BERDASARKAN FAKTOR PEMICU STRES KERJA]]> Reza Fauzi / 13-2007-017 Dosen Pembimbing 1 Arie Desrianty, ST. MT. Yuniar, Ir. MT.
Stres kerja pada guru adalah pengalaman tidak menyenangkan yang melibatkan emosinegatif seperti marah, frustasi, depresi, kecemasan, kegelisahan, yang berasal dari beberapa aspek di lingkungan pekerjaan seorang guru. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beban kerja serta tanggung jawab yang besar dalam mendidik siswa baik dari segi keilmuan maupun moral. Kondisi stres sangat berpengaruh terhadap pikiran manusia, sehingga dapat mengganggu daya tanggap otak untuk merespon suatu rangsangan. Aspek kognitif pada manusia sangat berpengaruh dalam menanggapi keadaan stres. Banyak faktor yang mempengaruhi seperti factor lingkungan maupun pribadi yang saling berinteraksi terhadap pekerjaan guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistika deskriptif dengan menggunakan alat ukur berupa kuesioner yang berasal dari NIOSH yaitu general job stress questionnaire dengan 19 faktor dimana 16 faktor adalah kemungkinan penyebab stres kerja sedangkan 3 faktor merupakan kuesioner terbuka. Kuesioner yang digunakan dialihbahasakan serta dirancang ulang sesuai karakteristik pekerjaan guru. Jumlah sampel yang digunakan adalah 204 responden untuk semua cluster SMA Kota Bandung berdasarkan Tabel Krecjie. Setiap cluster mempunyai jumlah sampelnya masing-masing berdasarkan perhitungan proporsi. Pengumpulan data pendahuluan sebanyak 30 responden digunakan untuk pengujian validitas dan reliabilitas, kemudian pengumpulan data penelitian digunakan untuk pengolahan data. Pengolahan data tersebut dibagi dua perhitungan yaitu perhitungan modus dan rata-rata. Perhitungan modus dilakukan untuk faktor yang memiliki 2 skala jawaban serta faktor yang skala jawabannya tidak seragam sedangkan perhitungan rata-rata untuk faktor yang memiliki 4 skala jawaban. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui terdapat 10 faktor yang menyebabkan munculnya stres kerja, yaitu faktor rentang kendali, dukungan sosial, masalah di tempat kerja, pekerjaan di masa depan, perselisihan pada pekerjaan guru, peluang kerja, persyaratan kerja, tuntutan mental, beban kerja dan tanggung jawab, dan aktivitas di luar pekerjaan guru. Tiga faktor yang memiliki nilai tertinggi dari perhitungan rata-rata serta dari perhitungan modus yang menyatakan kondisi stres kerja. Tiga faktor pemicu stress kerja dari setiap cluster adalah factor persyaratan kerja cluster (1,2, dan 4), peluang kerja cluster 3, tuntutan mental cluster (1,2,3, dan 4), beban kerja dan tanggung jawab cluster (1,2,3, dan 4), dan aktivitas di luar pekerjaan guru cluster (1,2,3, dan 4). Setiap faktor tersebut memiliki kondisi stres kerja yang diklasifikasikan berdasarkan aspek penilaian kognitif, dimana aspek yang terpilih hanya 2 yaitu aspek tuntutan dan kendala. Setiap cluster memiliki persamaan dan perbedaan, namun perbedaan yang terjadi dilihat dari kualitas siswa serta kondisi sekolah masing-masing. Perbandingan tersebut dijadikan acuan untuk memberi usulan strategi intervensi yaitu dengan cara melakukan pengukuran beban kerja, melakukan penilaian beban kerja mental, mengadakan pelatihan terhadap manajemen waktu, memberikan langkah-langkah yang jelas terhadap pengembangan karir, dan menyediakan kesempatan untuk berinteraksi sosial