// <![CDATA[TINGKAT KESENJANGAN KOMPETENSI PEGAWAI ADMINISTRASI DI UNIT FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL (ITENAS) BANDUNG]]> MARETA KESUMA / 13-2007-021 Dosen Pembimbing 1 Dr. Kusmaningrum, Ir., MT. Yoanita Yuniati, ST., S.Psi., MT.
Kompetensi merupakan salah satu alat pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM). Kompetensi adalah bagian dari kepribadian individu yang relatif dan stabil, serta dapat dilihat dan diukur dari perilaku individu yang bersangkutan, di tempat kerja atau dalam berbagai situasi. MSDM dengan basis pengembangan kompetensi akan meningkatkan produktivitas kerja pekerja. Peraturan dan kebijakan pegawai di Itenas saat ini belum memotivasi pegawai untuk meningkatkan kompetensi sehingga hasil kerjanya secara umum masih kurang memuaskan. Itenas mendapat hibah dari pemerintah dan membentuk tim kerja yang bernama Program Hibah Kompetisi Institusi (PHKI). Salah satu tema hibah adalah Tema A yang membahas tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM). Tugas Akhir ini memanfaatkan kegiatan hibah tersebut untuk meneliti kesesuaian kompetensi yang dimiliki pegawai administrasi khususnya Fakultas Teknologi Industri (FTI) Itenas Bandung dengan kompetensi yang ideal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar gap yang terjadi pada kompetensi yang dimiliki oleh pegawai administrasi dengan kompetensi yang seharusnya di Fakultas Teknologi Industri (FTI) Itenas Bandung. Sistem pengukuran kompetensi yang baru diterapkan di Itenas ini dilakukan dengan menentukan Kebutuhan Kompetensi Jabatan (KKJ) terlebih dahulu. Penentuan KKJ ditentukan berdasarkan kamus kompetensi Itenas dan job description menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) oleh pimpinan Unit FTI dan Tim PHKI. Selanjutnya pengukuran Kompetensi Individu (KI) dilakukan dengan menggunakan metode evaluasi oleh atasan. Alat ukur KI berupa kuesioner yang dinilai oleh dua pihak, yakni atasan langsung, dan atasan dari atasan langsung dari individu pemegang jabatan. Selanjutnya Pengukuran KI ditentukan dengan menghitung rata-rata dari hasil penilaian kedua pihak tersebut. Untuk meningkatkan objektifitas, seharusnya juga dilakukan penilaian oleh diri sendiri. Dalam penelitian ini hal tersebut dilakukan namun hasilnya dibatasi hanya untuk membantu analisis. Hasil KI dan KKJ dibandingkan dan selanjutnya diperhitungkan besar nilai gap antara KI dengan KKJ. Penelitian dilakukan terhadap 5 jabatan pegawai administrasi FTI Itenas. Masingmasing jabatan memiliki antara 30 hingga 40 kompetensi. Hasil penelitian terhadap seluruh jabatan menunjukkan bahwa jumlah kompetensi yang tidak memenuhi harapan berkisar antara 45.5% sampai dengan 78.9%. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kompetensi yang dimiliki oleh pemegang jabatan sebagian besar belum mencapai kompetensi yang seharusnya. Faktor yang mempengaruhinya diduga disebabkan oleh belum tersosialisasikannya job description, sistem pengukuran kompetensi dan perbedaan persepsi mengenai pencapaian kompetensi oleh pemegang jabatan yang bersangkutan dan atasan. Bila penelitian lebih lanjut yang dilakukan membenarkan dugan ini maka salah satu saran untuk memperkecil gap adalah melakukan sosialisasi job description yang telah dilengkapi dengan indikator kinerja setiap jabatan, serta sosialisasi sistem pengukuran kompetensi secara menyeluruh kepada setiap pemegang jabatan, yang disertai pengawasan dan pengukuran kompetensi secara periodik.