TINGKAT KESENJANGAN KOMPETENSI PEGAWAI ADMINISTRASI DI UNIT FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL (ITENAS) BANDUNG
Kompetensi merupakan salah satu alat pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM).
Kompetensi adalah bagian dari kepribadian individu yang relatif dan stabil, serta dapat dilihat
dan diukur dari perilaku individu yang bersangkutan, di tempat kerja atau dalam berbagai
situasi. MSDM dengan basis pengembangan kompetensi akan meningkatkan produktivitas kerja
pekerja. Peraturan dan kebijakan pegawai di Itenas saat ini belum memotivasi pegawai untuk
meningkatkan kompetensi sehingga hasil kerjanya secara umum masih kurang memuaskan.
Itenas mendapat hibah dari pemerintah dan membentuk tim kerja yang bernama Program Hibah
Kompetisi Institusi (PHKI). Salah satu tema hibah adalah Tema A yang membahas tata kelola
Sumber Daya Manusia (SDM). Tugas Akhir ini memanfaatkan kegiatan hibah tersebut untuk
meneliti kesesuaian kompetensi yang dimiliki pegawai administrasi khususnya Fakultas
Teknologi Industri (FTI) Itenas Bandung dengan kompetensi yang ideal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar gap yang terjadi pada kompetensi yang
dimiliki oleh pegawai administrasi dengan kompetensi yang seharusnya di Fakultas Teknologi
Industri (FTI) Itenas Bandung. Sistem pengukuran kompetensi yang baru diterapkan di Itenas
ini dilakukan dengan menentukan Kebutuhan Kompetensi Jabatan (KKJ) terlebih dahulu.
Penentuan KKJ ditentukan berdasarkan kamus kompetensi Itenas dan job description
menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) oleh pimpinan Unit FTI dan Tim PHKI.
Selanjutnya pengukuran Kompetensi Individu (KI) dilakukan dengan menggunakan metode
evaluasi oleh atasan. Alat ukur KI berupa kuesioner yang dinilai oleh dua pihak, yakni atasan
langsung, dan atasan dari atasan langsung dari individu pemegang jabatan. Selanjutnya
Pengukuran KI ditentukan dengan menghitung rata-rata dari hasil penilaian kedua pihak
tersebut. Untuk meningkatkan objektifitas, seharusnya juga dilakukan penilaian oleh diri
sendiri. Dalam penelitian ini hal tersebut dilakukan namun hasilnya dibatasi hanya untuk
membantu analisis. Hasil KI dan KKJ dibandingkan dan selanjutnya diperhitungkan besar nilai
gap antara KI dengan KKJ.
Penelitian dilakukan terhadap 5 jabatan pegawai administrasi FTI Itenas. Masingmasing
jabatan memiliki antara 30 hingga 40 kompetensi. Hasil penelitian terhadap seluruh
jabatan menunjukkan bahwa jumlah kompetensi yang tidak memenuhi harapan berkisar antara
45.5% sampai dengan 78.9%. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kompetensi yang dimiliki
oleh pemegang jabatan sebagian besar belum mencapai kompetensi yang seharusnya. Faktor
yang mempengaruhinya diduga disebabkan oleh belum tersosialisasikannya job description,
sistem pengukuran kompetensi dan perbedaan persepsi mengenai pencapaian kompetensi oleh
pemegang jabatan yang bersangkutan dan atasan. Bila penelitian lebih lanjut yang dilakukan
membenarkan dugan ini maka salah satu saran untuk memperkecil gap adalah melakukan
sosialisasi job description yang telah dilengkapi dengan indikator kinerja setiap jabatan, serta
sosialisasi sistem pengukuran kompetensi secara menyeluruh kepada setiap pemegang jabatan,
yang disertai pengawasan dan pengukuran kompetensi secara periodik.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2011).TINGKAT KESENJANGAN KOMPETENSI PEGAWAI ADMINISTRASI DI UNIT FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL (ITENAS) BANDUNG ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.TINGKAT KESENJANGAN KOMPETENSI PEGAWAI ADMINISTRASI DI UNIT FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL (ITENAS) BANDUNG ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
MLA Style
.TINGKAT KESENJANGAN KOMPETENSI PEGAWAI ADMINISTRASI DI UNIT FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL (ITENAS) BANDUNG ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
Turabian Style
.TINGKAT KESENJANGAN KOMPETENSI PEGAWAI ADMINISTRASI DI UNIT FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL (ITENAS) BANDUNG ().Teknik Industri:FTI,2011.Text