Detail Cantuman

TINGKAT KEWASPADAAN DAN PERILAKU PENGENDARA MOTOR DI KOTA BANDUNG BERDASARKAN GENDER MENGGUNAKAN METODE QUASA DAN DRIVER BEHAVIOUR QUESTIONNAIRE

TINGKAT KEWASPADAAN DAN PERILAKU PENGENDARA MOTOR DI KOTA BANDUNG BERDASARKAN GENDER MENGGUNAKAN METODE QUASA DAN DRIVER BEHAVIOUR QUESTIONNAIRE


Dalam kehidupan sehari-hari alat transportasi sangat dibutuhkan oleh manusia untuk
melakukan aktifitas dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Hal tersebut membuat
orang-orang lebih memilih sepeda motor sebagai alat transportasi karena dianggap paling
praktis dan ekonomis. Sepeda motor memiliki kemampuan untuk melalui jalan yang relatif
kecil, sepeda motor seakan menjadi kendaraan yang bebas macet dan efektif dengan
pemakaian BBM yang ekonomis serta murah dalam biaya perawatannya. Saat ini banyak
pengendara sepeda motor yang memadati jalan, salah satunya di Kota Bandung. Perilaku yang
tidak memperdulikan kenyamanan dan keselamatan dirinya sendiri maupun orang lain dapat
menyebabkan terjadinya kecelakaan. Hal tersebut dapat dilihat dengan meningkatnya jumlah
kecelakaan dari tahun ke tahun mulai dari tahun 2007 sampai dengan 2009 menurut data
POLRI. Meningkatnya jumlah kecelakaan dapat diakibatkan karena kurang memadainya
kewaspadaan seseorang saat berkendara dan perilaku berkendara yang berisiko.
Terdapat perbedaan karakteristik berkendara antara pengendara pria dan wanita.
Pengendara pria lebih bersedia mengambil resiko, memiliki motivasi lebih rendah untuk
mematuhi peraturan lalu lintas meskipun pengendara memahami dan mengerti dengan
peraturan pada saat berkendara, selain itu tingkat mengebut di jalan raya pria secara signifikan
lebih tinggi dibandingkan dengan pengendara sepeda motor wanita. Pengendara sepeda motor
wanita cenderung lebih mengalah pada saat berkendara dan lebih mematuhi peraturan lalu
lintas. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran tingkat kewaspadaan untuk pengendara
sepeda motor berdasarkan gender di Kota Bandung dengan menggunakan metode
Quantitative Analysis of Situational Awareness (QUASA) serta melakukan identifikasi
perilaku berkendara menggunakan Driver Behaviour Questionnaire (DBQ).
Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu merumuskan masalah
yang terjadi pada pengendara sepeda motor di Kota Bandung, penentuan karakteristik
responden. Melakukan perancangan kuesioner yang terdiri dari dua buah kuesioner, pertama
adalah kuesioner Situational Awareness (SA) dan yang kedua adalah Driver Behaviour
Questionnaire (DBQ). Kuesioner yang telah dirancang tersebut dilakukan uji validitas dan
reliabilitas dengan menggunakan uji korelasi pearson dan spearman brown. Penentuan
ukuran sampel dilakukan dengan menggunakan rumus slovin dengan jumlah populasi yang
didapat dari jumlah kepemilikan SIM C di Kota Bandung. Setelah dilakukan penyebaran
kuesioner sesuai dengan jumlah sampel kemudian dilakukan pengolahan data dengan
menggunakan metode QUASA dan DBQ yang akhirnya akan memberikan usulan perbaikan
agar dapat meminimasi jumlah kecelakaan yang terjadi.
Pengendara sepeda motor pria memiliki tingkat kewaspadaan sebesar 57,556%
sedangkan pengendara wanita sebesar 66,098%. Tingkat kewaspadaan pengendara sepeda
motor wanita lebih besar dibandingkan pria, hal tersebut menunjukan kewaspadaan
pengendara sepeda motor wanita lebih baik dibandingkan kewaspadaan pria, namun masih
saja pengendara sepeda motor wanita merasa bahwa dia sudah waspada dan berkendara
dengan baik dan aman. Identifikasi perilaku saat berkendara pengendara pria dan wanita
dengan menggunakan DBQ diperoleh bahwa pengendara pria tergolong ke dalam perilaku
penyimpangan, kesalahan, pelanggaran biasa dan pelanggaran agresif. Pengendara wanita
tergolong ke dalam perilaku pelanggaran biasa dan pelanggaran agresif. Berdasarkan
penelitian tersebut diperoleh usulan perbaikan yang ditujukan kepada kepolisian lalu lintas
Kota Bandung untuk lebih meningkatkan pengawasan kepada seluruh pengendara yang
melakukan pelanggaran lalu lintas yang sering terjadi seperti menggunakan telepon genggam,
dan kepolisian juga memperbaiki sistem pembuatan surat izin mengenmudi karena banyak
pengendara yang mendapatkan surat izin mengemudi dengan cara non tes, sehingga
pengendara tidak memahami mengenai peraturan lalu lintas. Dinas perhubungan darat
diharapkan dapat menambah fasilitas timer pada seluruh lampu lalu lintas di Kota Bandung,
sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan seluruh pengendara karena dapat mengetahui
kapan lampu lalu lintas akan berwarna merah dan hijau.


LOADING LIST...

LOADING LIST...

Detail Information

Bagian Informasi
Pengarang Sri Maryati / 13-2007-073 - Personal Name
Arie Desrianty, S.T., M.T. - Personal Name
Yuniar, Ir., M.T. - Personal Name
No. Panggil 1301TI102011a
Subyek
Fakultas FTI
Tahun Terbit 2011
Jurusan Teknik Industri
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik

  Tags :

Citation

. (2011).TINGKAT KEWASPADAAN DAN PERILAKU PENGENDARA MOTOR DI KOTA BANDUNG BERDASARKAN GENDER MENGGUNAKAN METODE QUASA DAN DRIVER BEHAVIOUR QUESTIONNAIRE().Teknik Industri:FTI

.TINGKAT KEWASPADAAN DAN PERILAKU PENGENDARA MOTOR DI KOTA BANDUNG BERDASARKAN GENDER MENGGUNAKAN METODE QUASA DAN DRIVER BEHAVIOUR QUESTIONNAIRE().Teknik Industri:FTI,2011.Text

.TINGKAT KEWASPADAAN DAN PERILAKU PENGENDARA MOTOR DI KOTA BANDUNG BERDASARKAN GENDER MENGGUNAKAN METODE QUASA DAN DRIVER BEHAVIOUR QUESTIONNAIRE().Teknik Industri:FTI,2011.Text

.TINGKAT KEWASPADAAN DAN PERILAKU PENGENDARA MOTOR DI KOTA BANDUNG BERDASARKAN GENDER MENGGUNAKAN METODE QUASA DAN DRIVER BEHAVIOUR QUESTIONNAIRE().Teknik Industri:FTI,2011.Text

 



Homepage Info

Koleksi  ETD adalah merupakan Tugas Akhir mahasiswa Itenas dalam menempuh program Sarjana/Magister. Seluruh isi dari Tugas Akhir adalah merupakan tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Koleksi


Total ETDs : 20322

Total Kunjungan: 26011 dari Maret 2018

Media Sosial / Kanal

Address

UPT Perpustakaan Itenas
Jl. PKH. Mustopha No.23
Bandung 40124, Indonesia
Phone: +62-22-7272215,
email: libary[at]itenas.ac.id