// <![CDATA[ANALISIS EFISIENSI SISTEM SALURAN DISTRIBUSI DAN PENGEMBALIAN INVESTASI TERHADAP USAHA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PRODUK (STUDI KASUS DI PD. MARTA)]]> Sandy Riyandy Agus Salim / 13.2005.092 Penulis Drs. R. Hari Adianto, M.T. Dosen Pembimbing 1 Susy Susanti, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
PD Marta merupakan perusahaan industri kecil yang bergerak pada bidang makanan. Produk yang dihasilkan oleh perusahaan yaitu Tengteng (berondong beras). Perusahaan mendistribusikan produknya ke beberapa daerah antara lain Sukabumi, Cianjur, Bandung, Subang, dan Cikampek. Perusahaan menggunakan beberapa saluran distribusi yaitu: saluran distribusi 1 : produsen → konsumen, saluran distribusi 2 : produsen → pengecer → konsumen, dan saluran distribusi 3 : produsen → pedagang besar → pengecer → konsumen. Selama ini perusahaan belum menentukan saluran distribusi yang efisien dari tiap daerah pemasarannya. Perusahaan juga sampai saat ini masih mendapatkan nilai keuntungan dari jumlah seluruh saluran distribusi, sehingga perusahaan belum bisa menentukan saluran distribusi yang memiliki tingkat pengembalian investasi terbesar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis rasio efisiensi dan tingkat pengembalian investasi (return of investment). Metode ini dilakukan dengan cara menghitung dan membandingkan nilai rasio efisiensi dan tingkat pengembalian investasi semua jalur distribusi dari tiap kota. Dengan menggunakan metode ini, perusahaan dapat memilih jalur distribusi yang memiliki tingkat pengembalian investasi yang terbesar sebagai jalur distribusi utama pada kota tersebut. Bentuk saluran distribusi yang dipilih adalah yang memiliki nilai tingkat pengembalian investasi terbesar. Sehingga untuk daerah pemasaran Sukabumi semula menggunakan dua jalur yaitu saluran distribusi 2: produsen → pengecer → konsumen dan saluran distribusi 3: produsen → pedagang besar → pengecer → konsumen, saluran distribusi yang dipilih adalah bentuk saluran distribusi 3: produsen → pedagang besar → pengecer → konsumen. Untuk daerah pemasaran Cianjur semula menggunakan dua jalur yaitu saluran distribusi 2: produsen → pengecer → konsumen dan saluran distribusi 3: produsen → pedagang besar → pengecer → konsumen saluran distribusi yang dipilih adalah saluran distribusi 3: produsen → pedagang besar → pengecer → konsumen. Untuk daerah pemasaran Bandung semula menggunakan dua jalur yaitu saluran distribusi 1: produsen → konsumen dan saluran distribusi 2: produsen → pengecer → konsumen bentuk saluran distribusi yang dipilih adalah saluran distribusi 1: produsen → konsumen. Untuk daerah pemasaran Subang semula menggunakan dua jalur yaitu saluran distribusi 2: produsen → pengecer → konsumen dan saluran distribusi 3: produsen → pedagang besar → pengecer → konsumen, bentuk saluran distribusi yang dipilih adalah saluran distribusi 2: produsen → pengecer → konsumen. Untuk daerah pemasaran Cikampek semula menggunakan dua jalur yaitu saluran distribusi 2: produsen → pengecer → konsumen dan saluran distribusi 3: produsen → pedagang besar → pengecer → konsumen, bentuk saluran distribusi yang dipilih adalah saluran distribusi 3: produsen → pedagang besar → pengecer → konsumen.