// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN FAKTOR GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA BERDASARKAN METODE ANALISIS FAKTOR (STUDI KASUS DI PT. SINAR SAKTI MATRA NUSANTARA BANDUNG)]]> RIAN ZAMZAMI / 13-2005-089 Penulis 0401066902 - Yuniar, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 0421067501 - Yoanita Yuniati, ST., S.Psi., MT. Dosen Pembimbing 2
Sumber daya manusia menjadi suatu faktor terpenting dalam perusahaan karena berperan dalam mengorganisir, mengkoordinir, dan mengarahkan faktor-faktor produksi dan berusaha Sumber daya manusia menjadi suatu faktor terpenting dalam perusahaan karena berperan dalam mengorganisir, mengkoordinir, dan mengarahkan faktor-faktor produksi dan berusaha untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Untuk itu perusahaan harus memiliki sumber daya manusia yang handal dan berkualitas untuk meningkatkan kinerjanya. Upaya untuk meningkatkan kinerja dilakukan dengan sistem kepemimpinan yang tertata dengan baik dan pemberian motivasi agar kinerja operator meningkat. Tujuan penelitian ini adalah usulan perbaikan gaya kepemimpinan dari supervisor dan motivasi kerja operator bagian permesinan di PT. Sinar Sakti Matra Nusantara. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Kuesioner terdiri dari dua bagian, yaitu kuesioner tentang gaya kepemimpinan dari supervisor berdasarkan teori French dan Raven serta kuesioner tentang motivasi kerja operator berdasarkan teori ERG oleh Clayton P. Alderfer. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh operator bagian permesinan di PT. Sinar Sakti Matra Nusantara yang berjumlah 50 orang. Data yang diperoleh melalui kuesioner, diuji validitas dan reliabilitasnya dengan menggunakan rumus korelasi product moment dan cronbach’s alpha. Analisis data menggunakan metode analisis faktor dengan bantuan software SPSS 15.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang dapat membangun kekuasaan supervisor yaitu Reward Power dengan sub indikator karyawan mematuhi perintah atasan karena atasan berperan dalam pengusulan pemberian bonus. Coercive Power dengan sub indikator karyawan mematuhi perintah atasan karena takut diberi teguran lisan, surat peringatan, dan PHK. Legitimate Power dengan sub indikator karyawan mematuhi atasan karena atasan punya wewenang sah untuk memberikan perintah dan petunjuk dalam bekerja. Expert Power dengan sub indikator karyawan mengikuti nasehat yang diberikan atasan karena atasan terampil dan ahli dalam bekerja. Referent Power dengan sub indikator bawahan selalu melakukan pekerjaan yang diperintahkan atasan karena mengaguminya dan atasan memiliki karakter yang baik. Sedangkan faktor yang dapat membangun motivasi kerja yaitu Existence Needs dengan sub indikator upah yang cukup, Relatednes Needs dengan sub indikator hubungan dengan pimpinan, dan Growth Needs dengan sub indikator adanya penghargaan (selain bonus) dan kesempatan untuk mengeluarkan ide/gagasan.untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Untuk itu perusahaan harus memiliki sumber daya manusia yang handal dan berkualitas untuk meningkatkan kinerjanya. Upaya untuk meningkatkan kinerja dilakukan dengan sistem kepemimpinan yang tertata dengan baik dan pemberian motivasi agar kinerja operator meningkat. Tujuan penelitian ini adalah usulan perbaikan gaya kepemimpinan dari supervisor dan motivasi kerja operator bagian permesinan di PT. Sinar Sakti Matra Nusantara. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Kuesioner terdiri dari dua bagian, yaitu kuesioner tentang gaya kepemimpinan dari supervisor berdasarkan teori French dan Raven serta kuesioner tentang motivasi kerja operator berdasarkan teori ERG oleh Clayton P. Alderfer. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh operator bagian permesinan di PT. Sinar Sakti Matra Nusantara yang berjumlah 50 orang. Data yang diperoleh melalui kuesioner, diuji validitas dan reliabilitasnya dengan menggunakan rumus korelasi product moment dan cronbach’s alpha. Analisis data menggunakan metode analisis faktor dengan bantuan software SPSS 15.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang dapat membangun kekuasaan supervisor yaitu Reward Power dengan sub indikator karyawan mematuhi perintah atasan karena atasan berperan dalam pengusulan pemberian bonus. Coercive Power dengan sub indikator karyawan mematuhi perintah atasan karena takut diberi teguran lisan, surat peringatan, dan PHK. Legitimate Power dengan sub indikator karyawan mematuhi atasan karena atasan punya wewenang sah untuk memberikan perintah dan petunjuk dalam bekerja. Expert Power dengan sub indikator karyawan mengikuti nasehat yang diberikan atasan karena atasan terampil dan ahli dalam bekerja. Referent Power dengan sub indikator bawahan selalu melakukan pekerjaan yang diperintahkan atasan karena mengaguminya dan atasan memiliki karakter yang baik. Sedangkan faktor yang dapat membangun motivasi kerja yaitu Existence Needs dengan sub indikator upah yang cukup, Relatednes Needs dengan sub indikator hubungan dengan pimpinan, dan Growth Needs dengan sub indikator adanya penghargaan (selain bonus) dan kesempatan untuk mengeluarkan ide/gagasan.