// <![CDATA[INTERVAL PENGGANTIAN PENCEGAHAN GABUNGAN SUB KOMPONEN WATER COOLING PANEL DENGAN KRITERIA MINIMISASI EKSPEKTASI TOTAL BIAYA PERAWATAN (STUDI KASUS DI PT. INTER WORLD STEEL MILLS INDONESIA)]]> FACHMI MUHARAMI / 13 - 2006 - 060 Penulis 0003025502 - Dr. Kusmaningrum Soemadi, Ir., MT Dosen Pembimbing 1 0410057301 - Fifi Herni Mustofa, S.T., M.T Dosen Pembimbing 2
PT. Inter World Steel Mills Indonesia adalah industri manufaktur yang bergerak di bidang pengolahan besi dan baja. Perusahaan ini mengolah besi dari berbagai macam besi tua (scrap) sehingga menjadi besi beton polos (plain bars) dan besi beton ulir (deformed bars). Salah satu divisi yang ada di PT. Inter World Steel Mills Indonesia adalah divisi melting plant yang menghasilkan produk steel billet. Steel billet merupakan bahan baku untuk pengerolan menjadi produk jadi. Divisi ini mempunyai salah satu proses yang penting, yaitu electric arc furnace. Electric arc furnace adalah proses peleburan besi tua menjadi baja cair dengan menentukan komposisi atau steel grade sesuai yang diinginkan. Pada proses peleburan ini, terdapat komponen yang berfungsi sebagai pendingin yaitu water cooling panel. Water cooling panel dioperasikan setiap hari tanpa berhenti, apabila digunakan setiap hari tanpa berhenti akan berakibat rusaknya sub komponen yang ada pada water cooling panel sehingga diperlukan perawatan terhadap sub komponen agar dapat mencegah kerusakan yang lebih besar terjadi seperti water cooling panel harus breakdown. Water cooling panel memiliki banyak sub komponen, setiap sub komponen yang ada padawater cooling panel membutuhkan jadwal penggantian yang berbeda-beda dengan waktu penggantian selama satu hari kerja untuk setiap sub komponen sehingga menyebabkan kerugian materi bagi perusahaan akibat terhentinya proses produksi dan mengakibatkan bertambahnya biaya penggantian sub komponen serta waktu yang lama apabila semua sub komponen yang ada pada water cooling panel akan diganti. Dalam penelitian ini dikaji penentuan interval penggantian pencegahan gabungan sub komponen water cooling panel yang optimal pada satu waktu dengan meminimasi ongkos total biaya perawatan. Penelitian dilakukan menggunakan model matematis yang dikembangkan olehJardine (1973) dengan menentukan jadwal penggantian masing-masing sub komponen. Jadwal penggantian masing-masing sub komponen digabungkan berdasarkan ekspektasi biaya total penggantian yang terkecil. Perhitungan dilakukan dengan melakukan pengujian distribusi kerusakan, uji hipotesis data kerusakan, perhitungan parameter distribusi, penentuan fungsi keandalan, kemudian melakukan penentuan interval penggantian pencegahan setiap sub komponen dan interval penggantian pencegahan gabungan yang optimal. Solusi yang dihasilkan adalah: • Interval penggantian pencegahan optimal IPB 5 yang memiliki total biaya terkecil yaitu pada hari ke-93. Interval penggantian pencegahan optimal IPB 6 yang memiliki total biaya terkecil yaitu pada hari ke-415. Interval penggantian pencegahan optimal UPB 3 yang memiliki total biaya terkecil yaitu pada hari ke-108. Interval penggantian pencegahan optimal UPB 4 yang memiliki total biaya terkecil yaitu pada hari ke-169 . • Interval penggantian pencegahan optimal gabungan berdasarkan: a. 4 sub komponen yaitu hari ke-152. b. 3 sub komponen dan 4 sub komponen - Titik pertama (3 sub komponen) = Hari ke-109. - Titik kedua (4 sub komponen) = Hari ke- 231. - Titik ketiga (3 sub komponen) = Hari ke- 340. - Titik keempat (4 sub komponen) = Hari ke- 493.