// <![CDATA[IDENTIFIKASI RESIKO MENGGUNAKAN METODE RISK ASSESSMENT (CHECKLIST) DAN USULAN PENGENDALIAN KECELAKAAN KERJA DI DEPARTEMEN ASSEMBLY (STUDI KASUS DI PT. PRIMARINDO ASIA INSFRASTRUCTURE, TBK BANDUNG)]]> DANI NURKAYAT / 13.2006.100 Penulis 0422117502 - Rispianda , S.T., M.T., M.Phiil. Dosen Pembimbing 2 0425107701 - Hendro Prasetiyo, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1
Kecelakaan kerja merupakan salah suatu hal yang harus dihindari dan dicegah pada setiap perusahaan, karena dengan terjadinya kecelakaan kerja maka aktivitas produksi di perusahaan akan terganggu bahkan bisa sampai terhenti. PT. PRIMARINDO ASIA INFRSTRUCTURE Tbk, adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri sepatu. Sebagian besar hasil produksinya di ekspor dan memiliki kualitas tersendiri dari pelanggan yang mempunyai brand name ternama,selain itu memiliki jumlah tenaga kerja yang cukup banyak untuk itu kesehatan dan keselamatan para pekerja harus diperhatikan karena kecelakaan kerja bisa terjadi dimana saja baik berupa luka kecil maupun luka besar yang dialami pekerja. Kecelakaan kerja dapat menimbulkan bahaya dan resiko, bahaya dan resiko itu sendiri dapat berkurang jika dilakukan proses indetifikasi bahaya. Pada penelitian ini metode yang digunakan dalam mengidentifikasi bahaya adalah metode Risk Assessment (Cheklist), karena dengan menggunakan metode ini mudah dipelajari dan diterapkan serta cepat dan sederhana. Langkah-langkah yang harus dilakukan pada Metode Risk Assessment (Cheklist) dimulai dengan menentukan sistem yang akan diamati, mengidentifikasi bahaya yang mungkin terjadi dan membuat laporan kerja Risk Assessment (Cheklist). Berdasarkan laporan kerja Risk Assessment (Cheklist) yang dibuat di setiap stasiun kerja menghasilkan bahaya yang mendapatkan tingkat risiko prioritas utama, menengah dan rendah yang didapat dari nilai tingkat keparahan dan peluang suatu kejadian. Dari laporan kerja Risk Assessment (Cheklist) dilakukan pengendalian resiko berdasarkan eliminasi, substitusi, pengendalian enginner , pengendalian administratif dan penggunaan alat pelindung diri. Tingkat risiko dari setiap stasiun kerja dikelompokan sehingga didapat aspek-aspek yang menimbulkan kecelakaan kerja terhadap operator, maka dari penelitian ini dihasilkan rekomendasi berupa usulan pengendalian kerja dalam bentuk pengendalian administratif berupa display peringatan serta pengadaan pelatihan operator, membuat prosedur kerja, pengadaan fasilitas keamanan keselamatan kerja, dan menerapka Cycle K3.