// <![CDATA[TINGKAT KELELAHAN PADA SUPIR SHUTTLE SERVICE JURUSAN BANDUNG-JAKARTA BERDASARKAN FATIGUE INDEX DAN SLEEP QUALITY INDEX]]> Indah Lestari Miangklara / 13-2007-084 Dosen Pembimbing 1 Ir. Yuniar, M.T Arie Desrianty, S.T., M.T.
Citi Trans adalah salah satu perusahaan pelopor yang bergerak di bidang jasa transportasi shuttle service dengan menawarkan beberapa kemudahan, yaitu menyediakan pool yang mudah dijangkau oleh penumpang yang berada di kota Bandung dan Jakarta. Selain itu, Citi Trans menggunakan armada jenis minibus dengan kapasitas penumpang 7 orang dengan tujuan penumpang dapat duduk dengan nyaman di dalam armada shuttle service. Akan tetapi, sistem pembagian jadwal kerja supir pada Citi Trans masih belum merata dan proporsional, yaitu sehari minimal supir menyetir 4 jam per rit dengan waktu istirahat yang singkat, yaitu 30 menit. Akibat dari jumlah jam istirahat supir yang kurang adalah terganggunya pola tidur supir dan berpengaruh pada kualitas tidur supir yang menjadi tidak baik. Kualitas tidur yang tidak baik akan mengakibatkan performansi kerja supir seperti mudah merasa mengantuk dan lelah, menurunnya kemampuan otak untuk memproses informasi, sulit berkonsentrasi dan daya ingat melemah. Hal ini memicu kelelahan yang terjadi semakin tinggi yang bisa menyebabkan supir tidak dapat mengendarai minibus dengan baik sehingga dapat terjadi kecelakaan. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian untuk mengukur tingkat kelelahan yang terjadi pada supir Citi Trans shuttle service dengan mengukur tingkat kelelahan dengan tools Fatigue Index dan faktor yang mempengaruhinya seperti kualitas tidur dengan menggunakan tools Sleep Quality Index. Tools ini digunakan karena dapat memberikan suatu nilai tingkat kelelahan yang dipengaruhi oleh data waktu kerja dan kualitas tidur supir. Baik atau buruknya kualitas tidur dapat berpengaruh pada kelelahan, oleh karena itu output dari sleep quality index dapat dijadikan acuan untuk mengetahui kondisi pemulihan tubuh supir, yaitu berupa informasi mengenai baik atau buruknya kualitas tidur supir. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa dari 64 supir yang dijadikan responden semuanya memiliki tingkat kelelahan yang tinggi dan berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena berbedanya jadwal kerja yang dimiliki setiap responden sehingga mempengaruhi jam kerja yang dimiliki responden dan mengakibatkan tingkat kelelahan yang berbeda juga. Semakin lama jam kerja yang dimiliki responden dan tidak diimbangi waktu istirahat yang cukup maka akan meningkatkan indeks kelelahan dari responden. Selain itu, berdasarkan perhitungan sleep quality index 97% responden memilki nilai global score > 5 yang artinya 97% responden memiliki kualitas tidur yang tidak baik. Hubungan antara fatigue index dan sleep quality index dapat dilihat berdasarkan persamaan regresi, yaitu Y = 6,8928 + 0,0611X dengan nilai r = 0,069 dan r2 = 0,0048. Artinya, sleep quality index memiliki kontribusi sebesar r2, yaitu 0,0048 mempengaruhi fatigue index dan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.