USULAN PENINGKATAN KINERJA MASINIS DAN ASISTEN MASINIS BERDASARKAN TINGKAT KELELAHAN DAN KUALITAS TIDUR
Di Indonesia, hampir setiap tahun kecelakaan kereta api terjadi yang mengakibatkan
korban jiwa dan kerugian material yang cukup besar. Kecelakaan tersebut meliputi kecelakaan
tabrakan antar kereta api, kecelakaan kereta api dengan kendaraan umum dan kecelakaan kereta
api anjlok. Adapun faktor-faktor yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan kereta api yaitu
faktor sumber daya manusia, sarana, prasarana dan faktor lingkungan.
Faktor sumber daya manusia masih mendominasi sebagai penyebab kecelakaan
kecelakaan api, menyusul kemudian faktor sarana, prasarana dan faktor bencana alam atau
lingkungan. Contoh pelanggaran tersebut yaitu, melanggar batas kecepatan, pengaturan
kedinasan yang kurang baik sehingga menimbulkan kelelahan fisik dan faktor fisik seperti
mengantuk atau tertidur saat bertugas. Salah satu penyebab kelelahan adalah gangguan tidur
(sleep distruption) yang dipengaruhi oleh kekurangan waktu tidur dan gangguan pada jam kerja.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran tingkat kelelahan yang
terjadi pada masinis dan asisten masinis dengan menggunakan fatigue index calculator dan
untuk pengukuran kualitas tidur apakah baik atau tidak menggunakan kuesioner pitsburgh sleep
quality index. Pengumpulan data dibagi menjadi dua bagian yaitu pengumpulan data waktu
kerja dari masinis dan asisten masinis untuk mengetahui tingkat kelelahan dan pengumpulan
data hasil penyebaran kuesioner untuk mengetahui kualitas tidur. Data waktu kerja merupakan
jadwal dinasan dari masinis dan asisten masinis setiap harinya yang kemudian akan dihitung
tingkat kelelahannya dengan menggunakan fatigue index calculator. Untuk perhitungan kualitas
tidur dilakukan penyebaran kuesioner pitsburgh sleep quality kepada 62 responden. Dimana
kuesioner tersebut berisi mengenai pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan gangguangangguan
tidur yang pernah dialami oleh masinis dan asisten masinis.
Dari hasil perhitungan fatigue index calculator untuk masinis dan asisten masinis setiap
harinya didapatkan hasil bahwa nilai fatigue index berbeda-beda untuk setiap harinya. Hal ini
juga dapat terlihat dari hasil perhitungan standar deviasi untuk 62 responden yang berkisar
antara nilai 6 atau 7. Hasil perhitungan sleep quality index didapatkan hasil bahwa 84% masinis
dan asisten masinis memiliki kualitas tidur yang buruk.
Dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan maka dilakukan analisis terhadap hasil
perhitungan fatigue index dan sleep quality index, agar dapat diberikan usulan perbaikan untuk
mengurangi kelelahan dan memperbaiki kualitas tidur. Penyimpangan yang terjadi pada
perhitungan fatigue index cukup besar, penyimpang tersebut terjadi karena adanya jam dinasan
yang berbeda setiap harinya. Perbedaan jam dinasan yang terjadi setiap harinya akan
mengakibatkan nilai fatigue index setiap harinya juga akan berbeda-beda, hal tersebut
dikarenakan beban kerja masinis setiap harinya tidak sama. Selain itu fatigue index untuk
masinis yang satu dengan masinis lainnya juga tidak sama, karena jadwal dinasan untuk setiap
masinis dan asisten masinis tidak sama. Hasil pengolahan data sleep quality index didapatkan
bahwa 84% masinis dan asisten masinis memiliki kualitas tidur yang buruk. Banyak faktor yang
menyebabkan kualitas tidur menjadi buruk salah satunya adalah gangguan-gangguan tidur yang
sering dialami oleh masinis dan asisten masinis. Dari hasil penyebaran kuesioner beberapa
faktor utama yang menyebabkan gangguan tidur antara lain terbangun dimalam hari, meras
tubuh terlalu dingin, terbangun karena harus kekamar mandi, merasa terlalu panas dan
mengalami mimpi buruk.
Untuk mengetahui hubungan antara kelelahan dan kualitas tidur makan dilakukan
perhitungan regresi, didapatkan hasil bahwa semakin besar indeks kualitas tidur maka semakin
besar juga indeks kelelahan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan indeks tingkat kelelahan
dapat terjadi karena kualitas tidur yang buruk. Dapat disimpulkan juga bahwa semakin tinggi
kualitas tidur masinis dan asisten masinis maka semakin rendah tingkat kelelahannya. Usulan
perbaikan yang dapat diberikan setelah dilakukan pengolahan data dan analisis adalah
melakukan redesign sistem penjadwalan dan memberikan pola tidur atau jam tidur kepada
masinis dan asisten masinis agar proses recovery dapat berjalan dengan lancar.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2011).USULAN PENINGKATAN KINERJA MASINIS DAN ASISTEN MASINIS BERDASARKAN TINGKAT KELELAHAN DAN KUALITAS TIDUR ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.USULAN PENINGKATAN KINERJA MASINIS DAN ASISTEN MASINIS BERDASARKAN TINGKAT KELELAHAN DAN KUALITAS TIDUR ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
MLA Style
.USULAN PENINGKATAN KINERJA MASINIS DAN ASISTEN MASINIS BERDASARKAN TINGKAT KELELAHAN DAN KUALITAS TIDUR ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
Turabian Style
.USULAN PENINGKATAN KINERJA MASINIS DAN ASISTEN MASINIS BERDASARKAN TINGKAT KELELAHAN DAN KUALITAS TIDUR ().Teknik Industri:FTI,2011.Text