TINGKAT KESENJANGAN KOMPETENSI PEGAWAI ADMINISTRASI DI BIRO ADMINISTRASI AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN (BAAK) ITENAS (STUDI KASUS DI BAGIAN PENGELOLAAN SARANA PROSES BELAJAR MENGAJAR, KEGIATAN KEMAHASISWAAN, DAN PEMBINAAN PRESTASI)
Institut Teknologi Nasional (Itenas) memperoleh hibah kompetisi dari pemerintah yang bertujuan meningkatkan program pengembangan tata kelola dan pencitraan institusi, yaitu Program Hibah Kompetisi Institusi (PHKI) Tema A periode 2010-2012. Salah satu program dari PHKI Tema A adalah pengembangan perencanaan sumber daya manusia dengan salah satu tujuannya adalah meningkatkan kualitas layanan pegawai administrasi. Itenas memiliki tiga Biro, salah satunya adalah Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) yang befungsi untuk menunjang pelayanan administrasi pendidikan. Hasil wawancara dengan pimpinan unit menunjukkan ketercapaian tugas yang dilakukan pegawai tidak efisien dan terkadang tidak efektif, sedangkan konsumen mengeluhkan mengenai lambatnya pelayanan, ketidaktepatan waktu kerja, kurang ramahnya pelayanan, dan kurangnya penyebaran informasi kemahasiswaan. Hal tersebut menjadi salah satu indikator kurang kompetennya kondisi pegawai BAAK.
Tujuan dari penelitian adalah tingkat kesenjangan pegawai administrasi di BAAK Itenas. Penentuan Kebutuhan Kompetensi Jabatan (KKJ) dilakukan berdasarkan Kamus Kompetensi Itenas (Generik dan Spesifik) yang telah dikembangkan melalui PHKI Tema A dan berdasarkan hasil pemetaan kompetensi. Penentuan KKJ dilakukan dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengetahui nilai kompetensi yang ideal untuk suatu jabatan. Pengukuran KI dilakukan dengan metode evaluasi atasan untuk mengetahui nilai kompetensi pada kondisi aktual. Perbandingan antara nilai ideal dan nilai aktual menghasilkan kesenjangan/gap. Gap inilah yang menjadi dasar analisis untuk proses peningkatan kompetensi aktual mencapai kompetensi yang ideal.
Hasil pengukuran gap pada 7 pemegang jabatan di BAAK, yaitu Kepala Bagian Pengelolaan Sarana PBM, Kepala Bagian Kegiatan Kemahasiswaan, Kepala Bagian Pembinaan Prestasi, Staf Pengelolaan Sarana PBM (1), Staf Pengelolaan Sarana PBM (2), Staf Kegiatan Kemahasiswaan, Staf Pembinaan Prestasi adalah sebagai berikut:
1. Gambaran kondisi kesenjangan kompetensi terdapat pada Tabel A.
Tabel A Gambaran Kesenjangan Kompetensi Pegawai Administrasi
2. Penyebab terjadinya gap kompetensi pegawai adalah belum adanya tuntutan mengenai kompetensi, indikator ketercapaian kinerja yang kurang terukur, dan kurangnya pembinaan dari atasan.
3. Beberapa langkah upaya peningkatan adalah pengesahan tuntutan kompetensi, sosialisasi, pengukuran berbasis kompetensi, evaluasi pengukuran kompetensi, dan pelatihan berbasis kompetensi.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2011).TINGKAT KESENJANGAN KOMPETENSI PEGAWAI ADMINISTRASI DI BIRO ADMINISTRASI AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN (BAAK) ITENAS (STUDI KASUS DI BAGIAN PENGELOLAAN SARANA PROSES BELAJAR MENGAJAR, KEGIATAN KEMAHASISWAAN, DAN PEMBINAAN PRESTASI) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.TINGKAT KESENJANGAN KOMPETENSI PEGAWAI ADMINISTRASI DI BIRO ADMINISTRASI AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN (BAAK) ITENAS (STUDI KASUS DI BAGIAN PENGELOLAAN SARANA PROSES BELAJAR MENGAJAR, KEGIATAN KEMAHASISWAAN, DAN PEMBINAAN PRESTASI) ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
MLA Style
.TINGKAT KESENJANGAN KOMPETENSI PEGAWAI ADMINISTRASI DI BIRO ADMINISTRASI AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN (BAAK) ITENAS (STUDI KASUS DI BAGIAN PENGELOLAAN SARANA PROSES BELAJAR MENGAJAR, KEGIATAN KEMAHASISWAAN, DAN PEMBINAAN PRESTASI) ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
Turabian Style
.TINGKAT KESENJANGAN KOMPETENSI PEGAWAI ADMINISTRASI DI BIRO ADMINISTRASI AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN (BAAK) ITENAS (STUDI KASUS DI BAGIAN PENGELOLAAN SARANA PROSES BELAJAR MENGAJAR, KEGIATAN KEMAHASISWAAN, DAN PEMBINAAN PRESTASI) ().Teknik Industri:FTI,2011.Text