RANCANGAN PRODUK SABUN CUCI TANGAN DENGAN METODE THEORY OF INVENTIVE PROBLEM SOLVING (TRIZ)
Sabun merupakan salah satu produk yang yang dapat membantu masyarakat dalam menjaga higienitas. Ketika mobilitas masyarakat semakin meningkat, munculah kebutuhan akan produk yang dapat menjaga higienitas saat masyarakat berada di luar rumah. Perancangan sabun tidak hanya didasarkan pada apa yang disukai dan hasil dari menduga-duga, tetapi perlu adanya pertimbangan dalam memproduksi sabun yang akan dirancang. Terkadang perubahan pada salah satu fitur produk sesuai dengan keinginan konsumen, tetapi mempengaruhi fitur lain pada produk tersebut secara negatif. Pengaruh negatif dari fitur tersebut menjadi masalah yang perlu diselesaikan produsen saat melakukan perancangan produk.
Metode Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ) adalah salah satu metode yang tidak hanya melibatkan konsumen untuk mengetahui keinginan konsumen, tetapi juga melibatkan produsen atau pihak yang mengerti mengenai proses pembuatan produk tersebut. Dengan keterlibatan konsumen dan produsen dalam perancangannya, metode ini dapat memecahkan permasalahan teknik suatu produk dalam memenuhi keinginan konsumen. TRIZ merupakan suatu metode pemecahan masalah berdaya cipta yang menggunakan tabel kontradiksi dari Altshuller yang mengacu pada 39 parameter teknik dan 40 prinsip untuk merancang produk baru.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian perancangan sabun cuci tangan dengan metode TRIZ adalah sebagai berikut:
Mengidentifikasi masalah kebutuhan konsumen dengan menyebarkan kuesioner kepada responden dan situasi produk yang ada saat ini dengan menggunakan Innovation Situation Questionnaire (ISQ).
Membuat Situation Model untuk menggambarkan permasalahan perancangan produk.
Menentukan Direction for Innovation untuk menyederhanakan permasalahan perancangan produk yang ada.
Menentukan Inventive Princeples menggunakan Directed Brainstorming.
Penelitian perancangan produk sabun cuci tangan memiliki 18 kontradiksi yang menghasilkan 19 Inventive Princeples. Berdasarkan ke-19 Inventive Princeples tersebut dirancang 3 konsep produk, setelah dilakukan seleksi terhadap ketiga konsep yang dihasilkan terpilihlah konsep produk sebagai berikut:
Sabun cuci tangan dengan bahan minyak inti kelapa sawit, KOH dengan tambahan EDTA, pewangi jens alkohol dan ekstark daun sirih.
Komposisi bahan-bahan sesuai dengan standar SNI.
Kemasan sabun berbentuk pulpen dengan bahan yang terbuat dari campuran Polyvinyl Chloride (PVC) dan phylates.
Tutup kemasan jenis foamers dengan tambahan pengunci yang berbentuk “U” untuk mencegah sabun keluar saat sedang tidak digunakan.
Kemasan isi ulang menggunakan bahan jenis Polystyrene (PS).
Bentuk kemasan isi ulang asymetris, dimana ukuran bagian atas kemasan lebih kecil dibandingkan bagian bawah.
Tutup kemasan isi ulang berbentuk kerucut
Detail Information
Citation
APA Style
. (2011).RANCANGAN PRODUK SABUN CUCI TANGAN DENGAN METODE THEORY OF INVENTIVE PROBLEM SOLVING (TRIZ) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.RANCANGAN PRODUK SABUN CUCI TANGAN DENGAN METODE THEORY OF INVENTIVE PROBLEM SOLVING (TRIZ) ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
MLA Style
.RANCANGAN PRODUK SABUN CUCI TANGAN DENGAN METODE THEORY OF INVENTIVE PROBLEM SOLVING (TRIZ) ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
Turabian Style
.RANCANGAN PRODUK SABUN CUCI TANGAN DENGAN METODE THEORY OF INVENTIVE PROBLEM SOLVING (TRIZ) ().Teknik Industri:FTI,2011.Text