// <![CDATA[RANCANGAN PENILAIAN KINERJA UNTUK OPERATOR PAINTING BODY CALIPER DENGAN METODA RATINGSCALE (STUDI KASUS DI PT. TRI DHARMA WISESA)]]> YOGA KURNIAWAN / 13.2006.027 Penulis 0425127201 - Hendang S. Rukmi, ST,, M.T. Dosen Pembimbing 1 0421067501 - Yoanita Yuniati, ST., S.Psi., MT. Dosen Pembimbing 2
Sumber daya manusia merupakan elemen yang sangat penting dalam suatu perusahaan, sebab produktivitas perusahaan sangat dipengaruhi oleh produktivitas sumber daya manusianya. Untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, pihak manajemen perlu melakukan pengelolaan sumber daya manusia yang baik, salah satunya dengan melakukan penilaian kinerja secara objektif. Penilaian kinerja yang objektif dapat memberikan feedback yang akurat mengenai kelebihan dan kekurangan karyawan sehingga pihak manajemen perusahaan dapat mengambil keputusan yang tepat dalam pembinaannya. PT. Tri Dharma Wisesa (TDW) adalah perusahaan yang memproduksi sistem pengereman untuk kendaraan roda dua. Salah satu sistem pengereman yang diproduksi adalah body caliper. Produk body caliper diproduksi untuk kebutuhan PT. Yamaha Motor Corporation (YMC). Dari data Bagian Quality Control (QC) diketahui banyak terdapat produk cacat pada proses pembuatan body caliper. Dari urutan proses produksi, diketahui proses painting menghasilkan jumlah cacat terbesar, dimana proses painting dilakukan oleh manusia. Pada penelitian ini, dirancang sebuah penilaian kinerja sebagai dasar pemberian insentif untuk operator painting agar dapat meminimasi jumlah cacat. Pada penelitian ini, metode yang digunakan untuk merancang penilaian kinerja adalah metode Rating Scale. Metode ini digunakan karena paling mudah penggunaannya terutama jika karyawan yang akan dinilai jumlahnya banyak. Pada penelitian ini, dilakukan penyesuaian terhadap metode Rating Scale yang digunakan. Penyesuaian dilakukan untuk mengurangi kelemahan pada metode ini, yaitu: sering kali kriterianya kurang spesifik, bobot setiap kriterianya dianggap sama dan skala penilaian bisa ditafsirkan berbeda-beda. Nilai kinerja operator didapatkan dari jumlah cacat yang dihasilkan oleh operator yang tidak mengikuti Standar Urutan Kerja (SUK) painting. Nilai kinerja tersebut akan menjadi dasar pemberian besarnya insentif yang didapatkan. Nilai kinerja digolongkan menjadi beberapa golongan sesuai dari kualitas kinerja operator tersebut. Beberapa golongan nilai kinerja tersebut, akan ditentukan besarnya insentif yang layak didapatkan sesuai dengan keuangan dari perusahaan. Rata-rata nilai kinerja dari seluruh operator berdasarkan hasil penilaian kinerja diatas standar yang ditentukan oleh perusahaan. Pada penelitian ini mengusulkan beberapa tindakan yang dilakukan oleh pihak manajemen untuk meminimasi jumlah cacat, yaitu: memberikan pelatihan kepada operator dan memperbaiki peralatan painting. Diharapkan jika manajemen menerapkan sistem penilaian kinerja ini, dapat mengurangi jumlah cacat menjadi zero defect.