RANCANGAN PENILAIAN KINERJA UNTUK OPERATOR PAINTING BODY CALIPER DENGAN METODA RATINGSCALE (STUDI KASUS DI PT. TRI DHARMA WISESA)
Sumber daya manusia merupakan elemen yang sangat penting dalam suatu
perusahaan, sebab produktivitas perusahaan sangat dipengaruhi oleh produktivitas sumber
daya manusianya. Untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, pihak
manajemen perlu melakukan pengelolaan sumber daya manusia yang baik, salah satunya
dengan melakukan penilaian kinerja secara objektif. Penilaian kinerja yang objektif dapat
memberikan feedback yang akurat mengenai kelebihan dan kekurangan karyawan sehingga
pihak manajemen perusahaan dapat mengambil keputusan yang tepat dalam pembinaannya.
PT. Tri Dharma Wisesa (TDW) adalah perusahaan yang memproduksi sistem
pengereman untuk kendaraan roda dua. Salah satu sistem pengereman yang diproduksi
adalah body caliper. Produk body caliper diproduksi untuk kebutuhan PT. Yamaha Motor
Corporation (YMC). Dari data Bagian Quality Control (QC) diketahui banyak terdapat
produk cacat pada proses pembuatan body caliper. Dari urutan proses produksi, diketahui
proses painting menghasilkan jumlah cacat terbesar, dimana proses painting dilakukan oleh
manusia. Pada penelitian ini, dirancang sebuah penilaian kinerja sebagai dasar pemberian
insentif untuk operator painting agar dapat meminimasi jumlah cacat.
Pada penelitian ini, metode yang digunakan untuk merancang penilaian kinerja
adalah metode Rating Scale. Metode ini digunakan karena paling mudah penggunaannya
terutama jika karyawan yang akan dinilai jumlahnya banyak. Pada penelitian ini, dilakukan
penyesuaian terhadap metode Rating Scale yang digunakan. Penyesuaian dilakukan untuk
mengurangi kelemahan pada metode ini, yaitu: sering kali kriterianya kurang spesifik, bobot
setiap kriterianya dianggap sama dan skala penilaian bisa ditafsirkan berbeda-beda.
Nilai kinerja operator didapatkan dari jumlah cacat yang dihasilkan oleh operator
yang tidak mengikuti Standar Urutan Kerja (SUK) painting. Nilai kinerja tersebut akan
menjadi dasar pemberian besarnya insentif yang didapatkan. Nilai kinerja digolongkan
menjadi beberapa golongan sesuai dari kualitas kinerja operator tersebut. Beberapa golongan
nilai kinerja tersebut, akan ditentukan besarnya insentif yang layak didapatkan sesuai dengan
keuangan dari perusahaan.
Rata-rata nilai kinerja dari seluruh operator berdasarkan hasil penilaian kinerja diatas
standar yang ditentukan oleh perusahaan. Pada penelitian ini mengusulkan beberapa tindakan
yang dilakukan oleh pihak manajemen untuk meminimasi jumlah cacat, yaitu: memberikan
pelatihan kepada operator dan memperbaiki peralatan painting. Diharapkan jika manajemen
menerapkan sistem penilaian kinerja ini, dapat mengurangi jumlah cacat menjadi zero defect.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2011).RANCANGAN PENILAIAN KINERJA UNTUK OPERATOR PAINTING BODY CALIPER DENGAN METODA RATINGSCALE (STUDI KASUS DI PT. TRI DHARMA WISESA) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.RANCANGAN PENILAIAN KINERJA UNTUK OPERATOR PAINTING BODY CALIPER DENGAN METODA RATINGSCALE (STUDI KASUS DI PT. TRI DHARMA WISESA) ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
MLA Style
.RANCANGAN PENILAIAN KINERJA UNTUK OPERATOR PAINTING BODY CALIPER DENGAN METODA RATINGSCALE (STUDI KASUS DI PT. TRI DHARMA WISESA) ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
Turabian Style
.RANCANGAN PENILAIAN KINERJA UNTUK OPERATOR PAINTING BODY CALIPER DENGAN METODA RATINGSCALE (STUDI KASUS DI PT. TRI DHARMA WISESA) ().Teknik Industri:FTI,2011.Text