// <![CDATA[IDENTIFIKASI BAHAYA BAHAN KIMIA DI CV. CENGKOK JAYA DENGAN MENGGUNAKAN CONTROL OF SUBTANCES HAZARDOUS TO HEALTH (COSHH)]]> PUTRA SENJARA / 13.2006.117 Penulis 0428096602 - Ir. Yanti Helianty, MT Dosen Pembimbing 2 0422117502 - Rispianda , S.T., M.T., M.Phiil. Dosen Pembimbing 1
CV. Cengkok Jaya adalah sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai macam alat-alat outbond, salah satu produk yang dihasilkan adalah perahu karet. Dalam memproduksi perahu karet CV.Cengkok Jaya membutuhkan beberapa bahan baku, salah satu bahan baku yang sering digunakan adalah campuran lem yang di produksi sendiri oleh pihak perusahaan. Campuran dari lem terdiri dari berbagai macam zat kimia diantaranya adalah Acetone, Benzene,Carbon Disuphide,Methyl Ethyl Ketone, Mineral TurpentinedanXylene. Dari penggunaan bahan kimia tersebut memiliki dampak bagi kesehatan para pegawai perusahaan tersebut, dampak tersebut berupa gangguan pernapasan, saluran pencernaan dan pusing. Oleh sebab itu maka dilakukan sebuah penelitan mengenai resiko yang terdapat pada perusahaan mengenai dampak dari penggunaan bahan kimia, penelitian ini erat kaitannya dengan prosedur keselamatan atau lebih dikenal secara umum dengan istilah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Metode untuk mengetahui besarnya resiko penggunaan bahan kimia yaitu dengan menggunakan Control Of Substances Hazardous to Health (COSHH). COSHH adalah panduan untuk mengendalikan penggunaan zat kimia pada industri atau laboratorium. Dalam penilaian resiko menggunakan COSHH terdapat 5 langkah yang dilakukan yaitu identifikasi mengenai bahaya yang telah terjadi, identifikasi penggunaan bahan yang dapat menimbulkan potensi bahaya, penilaian risiko, tindakan pertolongan pertamadan penilaian akhir. Selain dilakukan penelitian terhadap penggunaan bahan kimia dilakukan juga penilaian resiko pada setiap stasiun kerja yang terdapat pada perusahaan, hal ini dilakukan agar dapat meminimasi resiko yang mungkin muncul. Dari penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahawa bahan kimia yang memiliki resiko paling besar adalah Xylene, sedangkan stasiun kerja yang memiliki resiko paling tinggi adalah stasiun pencampuran bahan kimia. Usulan perbaikan yang paling dominan diberikan kepada perusahaan adalah dengan membuat dokumen penyimpanan bahan kimia, hal ini bertujuan agar memperkecil resiko dari bahan kimia bagi kesehatan operator dan orang sekitar.