TINGKAT KEWASPADAAN DAN PERILAKU PENGEMUDI ANGKUTAN KOTA BERDASARKAN KARAKTERISTIK JALUR TRAYEK MENGGUNAKAN METODE QUASA DAN DRIVER BEHAVIOUR QUESTIONNAIRE
Tingginya aktivitas manusia mengakibatkan semakin tingginya kebutuhan akan sarana transportasi. Tidak semua masyarakat memiliki kendaraan pribadi dan untuk mensiasati hal tersebut pemerintah menyediakan berbagai macam kendaraan umum salah satunya adalah Angkutan Kota (Angkot). Akibat pertambahan kendaraan yang tidak seimbang dengan pembangunan sarana transportasi menjadi salah satu faktor penyebab kemacetan lalu lintas. Semakin lama seorang pengemudi terjebak dalam kemacetan maka akan mengalami kelelahan dan tingkat kewaspadaan ketika mengemudi akan berkurang, bagi pengemudi Angkot hal tersebut dapat membahayakan para pengguna jalan lain dan penumpang Angkot tersebut. Karakteristik jalur yang dilewati dan jarak tempuh mempengaruhi tingkat kewaspadaan dan perilaku ketika mengemudi. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian terhadap pengemudi Angkot pada 2 jalur trayek yang memiliki karakteristik yang berbeda. Karakteristik jalur menanjak dan jarak tempuh yang jauh diwakili oleh Angkot jurusan Margahayu Raya-Ledeng sedangkan karakteristik jalur mendatar dan jarak tempuh yang dekat diwakili oleh Angkot jurusan St. Hall-Gunung Batu.
Tingkat kewaspadaan (situational awareness) merupakan persepsi dari unsur-unsur lingkungan dan volume ruang dan waktu, pemahaman menghenai makna, dan proyeksi status mereka dalam waktu dekat. Salah satu metode yang digunakan untuk mencari tingkat kewaspadaan adalah Quantitative Analysis of Situational Awareness (QUASA). Metode yang digunakan untuk mencari perbedaan perilaku mengunan metode Driver Behavior Questionnaire (DBQ). Langkah-langkah penyelesaian masalah bermula dari merumuskan masalah serta menentukan karakteristik responden dan perancangan kuesioner. Kuesioner yang telah dibuat kemudian diuji mengunakan pengujian validitas dan reliabilitas menggunakan uji korelasi pearson dan spearman brown. Kuesioner terdiri dari kuesioner situational awareness (SA) dan DBQ penyebaran kuesioner berdasarkan ukuran sampel yang didapat menggunakan rumus slovin. Kuesioner SA digunakan untuk mencari tingkat kewaspadaan dan analisis penerimaan rangsangan menggunakan metode Signal Detection Theory (SDT). Kuesioner DBQ digunakan untuk mengidentifikasi perilaku pengemudi Angkot
Perbedaan karakteristik jalur trayek dan jarak tempuh mempengaruhi tingkat kewaspadaan ketika mengemudi. Pengemudi dengan karakteristik jalur mendatar dan jarak tempuh yang dekat memiliki tingkat kewaspadaan sebesar 70,357%, sedangkan pengemudi dengan karakteristik jalur trayek menanjak dan jarak tempuh yang jauh memiliki tingkat kewaspadaan yang lebih rendah yaitu 69,810%. Berdasarkan stimulus yang diberikan para pengemudi Angkot tidak dapat membedakan rangsangan berupa pernyataan benar dan pernyataan salah, tetapi para pengemudi dapat menghadapi rangsangan yang ambigu. Perbedaan jalur trayek mengakibatkan perbedaan perilaku ketika mengemudi. Pengemudi dengan karakteristik jalur mendatar faktor penyebab perilaku menyimpang terdapat pada kategori lapses. Pengemudi Angkot dengan karakteristik jalur menanjak penyebab perilaku menyimpang terdapat pada 3 kategori, yaitu pada kategoti aggresive violation, error, dan lapses. Untuk perbaikan diharapkan adanya kerjasama antara pengemudi dan petugas yang berwajib dalam pengaturan dan peraturan lalu lintas. Pengawasan petugas yang berwajib, perbaikan infrastruktur dan perawatan rambu-rambu secara berkala dan teratur dapat membantu peningkatan tingkat kewaspadaan juga memperbaiki perilaku yang menyimpang ketika berkendara.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2011).TINGKAT KEWASPADAAN DAN PERILAKU PENGEMUDI ANGKUTAN KOTA BERDASARKAN KARAKTERISTIK JALUR TRAYEK MENGGUNAKAN METODE QUASA DAN DRIVER BEHAVIOUR QUESTIONNAIRE ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.TINGKAT KEWASPADAAN DAN PERILAKU PENGEMUDI ANGKUTAN KOTA BERDASARKAN KARAKTERISTIK JALUR TRAYEK MENGGUNAKAN METODE QUASA DAN DRIVER BEHAVIOUR QUESTIONNAIRE ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
MLA Style
.TINGKAT KEWASPADAAN DAN PERILAKU PENGEMUDI ANGKUTAN KOTA BERDASARKAN KARAKTERISTIK JALUR TRAYEK MENGGUNAKAN METODE QUASA DAN DRIVER BEHAVIOUR QUESTIONNAIRE ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
Turabian Style
.TINGKAT KEWASPADAAN DAN PERILAKU PENGEMUDI ANGKUTAN KOTA BERDASARKAN KARAKTERISTIK JALUR TRAYEK MENGGUNAKAN METODE QUASA DAN DRIVER BEHAVIOUR QUESTIONNAIRE ().Teknik Industri:FTI,2011.Text