// <![CDATA[USULAN STRATEGI PENINGKATAN PERFORMANSI KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG BERDASARKAN FAKTOR PEMICU STRES KERJA]]> ANDINA RATNA SARI JUNIAR / 13.2007.115 Dosen Pembimbing 1 Yuniar, Ir., M.T. Caecillia S. W., Ir., M.T.
Keperawatan merupakan salah satu pekerjaan yang memungkinkan timbulnya stres kerja. Perawat dituntut untuk mencurahkan segala pengetahuan, pikiran, dan perasaannya kepada pasien yang ditanganinya, serta menghadapi pasien dengan berbagai keluhan dan latar belakang sosial budaya yang berbeda. Tingkat stres kerja pada perawat sangat penting untuk diteliti karena perawat sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan rumah sakit. Pengukuran stres kerja ini dilakukan dengan memperhatikan beberapa faktor penyebab terjadinya stres kerja, sehingga dari hasil pengukuran ini dapat diketahui akar permasalahan dari stres kerja pada perawat dan dapat dilakukan tindakan lebih lanjut untuk meminimisasi terjadinya stres kerja. Metode statistika deskriptif dengan alat ukur berupa general job stress questionnaire yang dikeluarkan oleh NIOSH digunakan dalam penelitian ini. Kuesioner tersebut kemudian disesuaikan dengan karakteristik pekerjaan keperawatan. Berdasarkan perhitungan sample dengan menggunakan Table Kretjie, jumlah responden sebanyak 81 perawat yang berasal dari RS Advent Bandung di bagian IGD dan rawat inap dewasa. Sebelum kuesioner tersbut digunakan untuk pengolahan data, dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas alat ukur terhadap 30 responden. Setelah data dinyatakan valid dan reliabel, kemudian dilakukan penyebaran kuesioner sesuai jumlah sampel untuk digunakan dalam pengolahan data. Pengolahan data dilakukan dengan dua macam perhitungan, yaitu perhitungan rata-rata dan modus. Kriteria faktor penyebab stres yaitu nilai lebih dari dua untuk perhitungan rata-rata dan nilai sama dengan satu untuk perhitungan modus. Berdasarkan hal tersebut, terdapat 11 faktor pemicu stres kerja dari kedua bagian keperawatan dengan 3 faktor paling dominan untuk setiap bagian dan diambil berdasarkan nilai tertinggi. Setiap faktor dominan tersebut memiliki lima kondisi stres kerja.Terdapat empat belas kondisi stres kerja yang termasuk ke dalam klasifikasi aspek tuntutan, dua kondisi stres kerja yang termasuk dalam aspek kendala, dan lima kondisi stres kerja yang termasuk dalam aspek sumber penanggulangan dan karakteristik pribadi. Usulan strategi yang dapat diberikan berdasarkan faktor-faktor dominan penyebab stres kerja, diantaranya: menambah jumlah perawat di setiap bangsal agar tidak terjadi peningkatan beban kerja perawat, melakukan peningkatan kualitas perawat dengan melakukan pelatihan atau training, manajemen sumber daya manusia yang terdapat di rumah sakit dapat meningkatkan sistem administrasi keperawatan, perawat diharapkan dapat mengikuti kegiatan yang dapat mengembangkan rasa percaya diri, dan manajemen rumah sakit dapat mengadakan kegiatan untuk mempererat hubungan antar sesama pelaku organisasi.