RANCANGAN TATA LETAK FASILITAS HANGGAR MAINTENANCE DENGAN METODE BLOCPLAN DI PT. DIRGANTARA INDONESIA
Perancangan fasilitas bagi kegiatan operasional suatu perusahaan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kelancaran dari kegiatan operasional yang dilaksanakan, serta dalam pemanfaatan lahan yang digunakan oleh suatu fasilitas harus dirancang secara efektif dari segi penggunaan dan efisien terhadap luas lahan yang digunakan, sehingga kegiatan operasional akan berjalan secara optimal. Direktorat Aircraft Service PT. Dirgantara Indonesia melakukan perpindahan fasilitas maintenance untuk hanggar Aircraft Service dari lokasi yang semula berada di kantor produksi 1 (KP 1) menuju ke kantor produksi 2 (KP 2). Diperlukan adanya penataan ulang fasilitas maintenance yang akan dipindahkan ke lokasi hanggar yang baru terutama untuk fasilitas Ground Support Equipment (GSE) dan Workshop Maintenance yang belum tersedia pada hangar yang ada saat ini. Rancangan tata letak dengan metode Blocplan yang menggunakan skala tertentu dapat merepresentasikan bangunan dengan batasan-batasan ruang yang dimiliki. Input data yang dibutuhkan dalam perancangan layout ialah data fasilitas berupa jumlah unit, luas lantai, perhitungan allowance yang digunakan, serta derajat kedekatan melalui peta keterkaitan kegiatan. Blocplan bekerja secara Hybrid Algorithm yaitu membangun dan mengubah tata letak dengan mencari total jarak tempuh yang minimal dengan melakukan pertukaran atar stasiun kerja/fasilitas serperti pada metode QAP. Penentuan hasil rancangan terbaik berdasarkan iterasi yang dilakukan melalui algoritma Blocplan yang menghasilkan nilai R-score ( 0< R-score <1). Nilai R-score didapat dari nilai Rel-dst score yang perhitungan jarak rectalinier antar fasilitas dan nilai hubungan kedekatan antar fasilitas, sehingga penentuan layout melibatkan kedekatan antar fasilitas serta luas lahan yang digunakan. Pada tahap akhir setelah mendapatkan rancangan layout dalam tampilan block, dilakukan perancangan menggunakan dimensi aktual untuk setiap fasilitas, sehingga dapat ditentukan ketersediaan lahan dapat mengakomodasi kebutuhan luas lahan setiap fasilitas. Hasil rancangan layout fasilitas secara keseluruhan dapat diakomodasi oleh kondisi lahan tersedia secara aktual, dengan mensimulasikan pada hanggar maintenance. Hanggar maintenance memiliki dimensi 64 m x 50 m, pesawat Boeing sendiri memiliki dimensi 30,38 m x 28,35 m, selisih dari dimensi tersebut dipergunakan untuk lajur fasilitas GSE dan workshop maintenance. sebelah kanan maupun kiri area maintenance tersedia 8 m untuk lebar, sementara untuk panjang dari lahan yang tersedia sebesar 54m, sementara di bagian belakang dari area maintenance tersedia lahan selebar 10 m, sementara panjangnya sebesar 50 m. Hasil rancangan menunjukan pada sisi kanan dan kiri area maintenance memiliki lebar maksimum 6,32 m, pada bagian belakang hasil rancangan membutuhkan 9,72 m. Berdasarkan hasil perancangan tersebut, masih terdapat kelonggaran terhadap lahan yang dapat dialokasikan untuk setiap fasilitasnya, sehingga hasil rancangan dapat diimplementasikan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2011).RANCANGAN TATA LETAK FASILITAS HANGGAR MAINTENANCE DENGAN METODE BLOCPLAN DI PT. DIRGANTARA INDONESIA ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.RANCANGAN TATA LETAK FASILITAS HANGGAR MAINTENANCE DENGAN METODE BLOCPLAN DI PT. DIRGANTARA INDONESIA ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
MLA Style
.RANCANGAN TATA LETAK FASILITAS HANGGAR MAINTENANCE DENGAN METODE BLOCPLAN DI PT. DIRGANTARA INDONESIA ().Teknik Industri:FTI,2011.Text
Turabian Style
.RANCANGAN TATA LETAK FASILITAS HANGGAR MAINTENANCE DENGAN METODE BLOCPLAN DI PT. DIRGANTARA INDONESIA ().Teknik Industri:FTI,2011.Text