// <![CDATA[TINGKAT KEWASPADAAN DAN PERILAKU PENGENDARA MOTOR BERDASARKAN JENIS SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN METODE QUASA DAN DRIVER BEHAVIOUR QUESTIONNAIRE (DBQ)]]> Harry Subagja / 13-2007-187 Dosen Pembimbing 1 Caecilia Sri Wahyuning, Ir., M.T Arie Desrianty.,ST.,MT
Indonesia adalah negara ke-empat yang memiliki penduduk terbesar di dunia, dimana negara ini memiliki tingkat kebutuhan alat transportasi yang sangat tinggi. Perkembangan teknologi yang dilakukan oleh produsen alat transportasi tentunya memberikan imbas yang sangat besar kepada negara konsumen seperti Indonesia dimana perkembangan teknologi tersebut selalu didasarkan akan kebutuhan manusia yang menggunakannya. Alat transportasi di Indonesia seakan sudah menjadi gaya hidup tersendiri. Lonjakan pertumbuhan pengguna alat transportasi paling besar terdapat pada pengendara sepeda motor, hal ini menjadikan sepeda motor adalah alat transportasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia tidak terkecuali di kota Bandung. Hal yang menyebabkan meledaknya jumlah pengguna sepeda motor itu sendiri diantaranya perubahan gaya hidup di masyarakat serta mudahnya proses pembelian sepeda motor baik tunai atau kredit. Jumlah pengendara sepeda motor yang semakin banyak berdampak pada jumlah kecelakaan yang terjadi, terutama di kota Bandung. Berdasarkan data yang didapat pada tahun 2009 jumlah kecelakaan sepeda motor yang tercatat di kota Bandung mencapai 164.431 kasus, belum termasuk kasus kecelakaan yang belum tercatat. Data jumlah kecelakaan kendaraan bermotor dapat dilihat pada Tabel 1.1. Besarnya tingkat kecelakaan sepeda motor yang terjadi di kota Bandung tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai hal salah satunya adalah perbedaan jenis sepeda motor, seperti kita ketahui jenis sepeda motor yang paling banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia adalah, motor sport, bebek manual (moped), dan yang terakhir adalah sepeda motor automatic transmittion (matic). Dari ketiga jenis sepeda motor tersebut masing-masing memiliki kekurangan yang dapat menimbulkan terjadinya resiko kecelakaan. Selain dari kekurangan spesifikasi sepeda motornya, perubahan perilaku pengendara sepeda motor yang jenisnya berbeda dapat juga menjadi pemicu terjadinya kecelakaan, dimana perilaku tersebut berkaitan dengan kewaspadaan pada masingmasing pengguna jenis sepeda motor.