// <![CDATA[THE THALASSOTHERAPY HOTEL RESORT & SPA PELABUHAN RATU]]> EKA ANINDITA / 21.2006.101 Dosen Pembimbing 1 Ir. Erwin Yuniar R. Ir. Shirley Wahadamaputera, M.T
Pada awal pengembangannya income sebuah hotel terutama berasal dari penyewaan kamar-kamar tidurnya (perbandingan income penjualan kamar tidur dan penjualanpenjualan makanan dan minuman serta penyewaan fasilitas lainnya kurang lebih 70% : 30%). Sedangkan pada akhir-akhir ini angka tersebut bergesar menjadi 60% : 40%, bahkan kadang-kadang mencapai 50% : 50%, hal ini dapat terlihat dengan sering diadakannya acara-acara seperti pameran, seminar, konferensi, pertandingan olahraga, dan lain-lain pada sebuah hotel. Hal tersebut memperlihatkan adanya perkembangan dari fungsi hotel, tidak hanya sebagai sarana akomodasi namun juga dapat menjadi wadah fungsi lainnya. Dalam perancangan hotel ini fungsi penunjang yang sesuai untuk memenuhi pendapatan hotel adalah fasilitas spa yang memanfaatkan kekuatan/potensi alam yang ada pada lokasi yaitu air laut. Fasilitas spa yang memanfaatkan kekuatan alami air laut dikenal dengan nama spa thalassotherapy. Tema yang dipilih dalam merancang hotel ini adalah The Natural Body, Spirit, & Mind Healing, yaitu penyembuhan fisik, jiwa dan pikiran dengan menggunakan kekuatan yang berasal dari alam. Latar belakang dipilihnya tema ini adalah keterkaitannya terhadap fungsi bangunan, yaitu sebagai tempat peristirahatan dan berlibur yang dapat menyembuhkan tubuh, jiwa, dan pikiran dari segala kepenatan akibat kesibukan seharihari. dengan kekuatan alam , yaitu kekuatan air laut, iklim setempat, pemandangan yang masih sangat alami, dan suasana privat akibat dari lokasinya yang berada di balik tebing dan jauh dari hiruk pikuk kota diharapkan pengunjung yang datang akan merasakan ketenangan jiwa dan pikiran sehingga bisa mendapatkan penyembuhan baik secara langsung maupun secara tidak langsung.