USULAN PERBAIKAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BERDASARKAN PENERAPAN 3D MODEL (STUDI KASUS: PT. SINAR SAKTI MATRA NUSANTARA)
PT. Sinar Sakti Matra Nusantara yang bergerak di bidang jasa dan manufaktur memiliki jenis jasa yang dilakukan, antara lain pelayanan perbaikan turbin, pelayanan perbaikan mekanikal, dan tooling services. PT. Matra yang berdiri sejak tahun 1969 memiliki tingkat kecelakaan kerja yang tinggi. Tingkat kecelakaan hasil penelitian dalam kurun waktu tahun 1999-2007 telah terjadi kecelakaan yang fatal, sehingga dapat mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan yang cenderung meningkat. Situasi yang ada pada perusahaan yaitu kurangnya perhatian dalam mengidentifikasikan bahaya potensial yang terjadi sewaktu-waktu ditiap operasi lantai produksi, sehingga diperlukan perhatian khusus akan keselamatan dan kesehatan para pekerja terhadap pekerjaan yang di operasikannya. Penerapan pada SMK3 sangatlah penting dan dapat menjaga salah satu aset perusahaan yang terpenting yaitu manusia (pekerja). Kecelakaan pada pekerja disuatu operasi tidak lepas dari kesalahan, baik kesalahan pada mesin ataupun pekerjanya itu sendiri (human error). Hal ini akan berdampak pada kelebihan pengeluaran biaya akibat kecelakaan kerja yang ditimbulkan. Untuk itulah diperlukannya penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3), sehingga tidak menambah beban perusahaan yang pada akhirnya dapat mengurangi profit perusahaan tersebut. Pengambilan data dilakukan pada proses produksi roda gigi, karena paling banyak mengkonsumsi kapasitas produksi, sehingga cukup untuk mewakili seluruh proses produksi lainnya dengan risiko kecelakaan yang ditimbulkan. Untuk mencegah dugaan risiko yang akan terjadi, maka perlu dilakukannya tindakan manajemen risiko aturan permenaker 05/Men/1996, antara lain identifikasi bahaya tempat kerja, menentukan nilai berdasarkan penerapan 3D model, dan menghitung biaya K3 hasil dari konsekuensi dugaan risiko yang ditimbulkan. Penentuan dari penilaian 3D Model dilhat dari 3 aspek, yaitu paparan, peluang, dan konsekuensi dari timbulnya kecelakaan. Hasil ketiga aspek dari penilaian 3D Model dikalikan untuk mendapatkan prioritas nilai risiko tertinggi dari bahaya potensial yang ditimbulkan. Dari konsekuensi terbesar yang dihasilkan oleh penerapan 3D Model, maka berpengaruh pada timbulnya biaya pengeluaran perusahaan. Untuk itu perlu dilakukannya perhitungan biaya K3 untuk mencegah biaya yang berlebih akibat kecelakaan kerja di perusahaan tersebut, sehingga tidak mengeluarkan biaya yang begitu besar. Perhitungan biaya K3 yang digunakan berasal dari data asuransi dan perusahaan. Dari hasil yang digunakan untuk memecahkan pokok permasalahan, maka dapat disimpulkan laporan tugas akhir ini, antara lain adalah: - Hasil pengidentifikasian dugaan risiko kecelakaan yang memiliki peluang terbesar
terjadinya kecelakaan pada proses produksi roda gigi terdiri atas tiga operasi, yaitu pembubutan, pembentukan roda gigi, dan perlubangan dengan nilai risiko tertingginya yaitu sebesar 18 dengan dugaan risiko patah tulang bagian tangan.
- Perhitungan biaya K3 yang didapat untuk risiko tinggi sebesar Rp. 32.367.084,-, dan risiko sedang sebesar Rp. 25.891.122,-, sedangkan total biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan sebesar Rp. 21.582.853,-/ pekerja yang mengalami kecelakaan.
- Dari ketiga operasi dengan risiko tertinggi yang ditimbulkan, hanya proses pembubutan yang dianalisis, karena risiko terbesar terjadinya kecelakaan pada operasi pertama otomatis dapat mempengaruhi operasi berikutnya dan menjadi batasan dari segi waktu penelitian.
- Analisis yang dilakukan menggunakan diagram sebab akibat (cause effect) yang bertujuan untuk mengetahui akar-akar permasalahan dari dampak kecelakaan pada suatu mesin yang di operasikan oleh operator.
- Proses usulan perbaikan terpilih yang harus dilakukan oleh perusahaan adalah rekayasa teknis, kebijakan administrasif, dan Alat Pelindung Diri (APD). Langkah-langkah dalam memperbaiki SMK3 menggunakan urutan prioritas perbaikan berdasarkan hirarki pengendalian risiko yang terdiri dari eliminasi, substitusi, rekayasa teknis, kebijakan administrasif, dan Alat Pelindung Diri (APD).
Detail Information
Citation
APA Style
. (2012).USULAN PERBAIKAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BERDASARKAN PENERAPAN 3D MODEL (STUDI KASUS: PT. SINAR SAKTI MATRA NUSANTARA) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.USULAN PERBAIKAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BERDASARKAN PENERAPAN 3D MODEL (STUDI KASUS: PT. SINAR SAKTI MATRA NUSANTARA) ().Teknik Industri:FTI,2012.Text
MLA Style
.USULAN PERBAIKAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BERDASARKAN PENERAPAN 3D MODEL (STUDI KASUS: PT. SINAR SAKTI MATRA NUSANTARA) ().Teknik Industri:FTI,2012.Text
Turabian Style
.USULAN PERBAIKAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BERDASARKAN PENERAPAN 3D MODEL (STUDI KASUS: PT. SINAR SAKTI MATRA NUSANTARA) ().Teknik Industri:FTI,2012.Text