USULAN PERBAIKAN SISTEM KERJA PADA PENGRAJIN BATIK TULIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE MOORE-GARG STRAIN INDEX (STUDI KASUS BATIK BULAN PEKALONGAN)
Selama beberapa tahun ini industri batik mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini terlihat dari banyaknya konsumen yang menggunakan batik sebagai pilihan utama dalam membeli kain dan pakaian jadi untuk dipergunakan sehari-hari. Tingginya peminat batik di Indonesia menjadikan para pengrajin batik saling berlomba untuk membuat batik dengan keunikan masing-masing agar dapat bertahan dalam persaingan. Batik Bulan merupakan salah satu perusahaan batik terbesar dan cukup ternama di Kota Pekalongan. Usaha yang dirintis merupakan pembuatan industri batik, baik batik tulis, batik printing, batik cap, atau bahkan pakaian jadi. Salah satu produk unggulan dari Batik Bulan yaitu produk batik tulis.
Selama bekerja, seorang pengrajin batik bekerja dengan posisi yang sama dengan jangka waktu yang cukup lama. Selain itu pekerja juga bekerja dengan posisi tangan kiri menggantung memegang kain dan tangan kanan memegang canting sambil bergerak untuk menulis batik. Adanya posisi tangan yang menggantung dan tidak nyaman pada pekerja serta adanya pekerja yang melakukan pekerjaan sama secara berulang, menimbulkan keluhan pada pengrajin berupa kakunya jari-jari tangan (terutama jari tangan bagian kanan), pegal berlebih pada otot tangan dan bahu atau bahkan kesemutan.
Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan perhitungan Moore-Garg Strain Index dari setiap pengrajin yang pada bagian anggota tubuhnya mengalami keluhan. Moore-Garg Strain Index merupakan suatu metode pengukuran index ketegangan kerja dimana tujuan metode ini adalah untuk menilai dan menganalisis suatu pekerjaan yang dilakukan dengan menggunakan anggota tubuh bagian tangan, lengan,dan bahu, berdasarkan keenam faktor Moore-Garg Strain Index seperti intensitas exertion, durasi exertion, usaha kerja per menit, posisi tangan, kecepatan kerja, dan durasi pengerjaan tugas per hari.
Dari pengolahan data terhadap 8 orang pengrajin diketahui bahwa sebanyak 3 orang pekerja berada pada kondisi kerja cedera sangat berat. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan agar dapat mengurangi cedera kerja. Perbaikan dilakukan dengan cara merancang ulang canting dengan ukuran yang disesuaikan, selain itu memberikan usulan pada meja dan kursi yang dilengkapai dengan sandaran tangan agar dapat mengurangi cedera kerja pada pengrajin. Nilai moore-garg strain index yang lebih kecil menunjukkan bahwa cedera pada pekerja dapat termasuk dalam ketegori kerja aman.
Detail Information
Bagian
Informasi
Pengarang
GRITA KARINA / 13-2006-049 - Personal Name
No. Panggil
1357TI022012a
Subyek
Fakultas
FTI
Tahun Terbit
2012
Jurusan
Teknik Industri
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik
Citation
APA Style
. (2012).USULAN PERBAIKAN SISTEM KERJA PADA PENGRAJIN BATIK TULIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE MOORE-GARG STRAIN INDEX (STUDI KASUS BATIK BULAN PEKALONGAN) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.USULAN PERBAIKAN SISTEM KERJA PADA PENGRAJIN BATIK TULIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE MOORE-GARG STRAIN INDEX (STUDI KASUS BATIK BULAN PEKALONGAN) ().Teknik Industri:FTI,2012.Text
MLA Style
.USULAN PERBAIKAN SISTEM KERJA PADA PENGRAJIN BATIK TULIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE MOORE-GARG STRAIN INDEX (STUDI KASUS BATIK BULAN PEKALONGAN) ().Teknik Industri:FTI,2012.Text
Turabian Style
.USULAN PERBAIKAN SISTEM KERJA PADA PENGRAJIN BATIK TULIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE MOORE-GARG STRAIN INDEX (STUDI KASUS BATIK BULAN PEKALONGAN) ().Teknik Industri:FTI,2012.Text