RUTE KENDARAAN PENGANGKUTAN SAMPAH MENGGUNAKAN ALGORITMA SEQUENTIAL INSERTION (STUDI KASUS DI PD. KEBERSIHAN WILAYAH OPERASIONAL BANDUNG TIMUR)
Sampah merupakan limbah yang harus dikelola dengan baik agar tidak membahayakan lingkungan. Proses pengangkutan sampah merupakan tahapan penting dalam sistem pengelolaan sampah yang harus direncanakan dengan baik agar menjamin timbulan sampah yang berada di tempat pembuangan sementara (TPS) dapat diangkut semua oleh kendaraan pengangkut sampah
menuju tempat pembuangan akhir (TPA). Saat ini tempat pembuangan akhir sampah warga Bandung adalah TPA Sarimukti di Cipatat, namun kontrak TPA Sarimukti akan berakhir sehingga Pemkot Bandung berencana membangun TPA baru dan berfungsi sebagai PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) yang berlokasi di Gedebage. Penelitian ini bertujuan menentukan rute kendaraan pengangkutan sampah yang baru dengan mempertimbangkan perpindahan lokasi TPA. Rute pengangkutan sampah dibuat dengan memperhatikan adanya TPA sebagai fasilitas antara, rute kendaraan pengangkut yang majemuk, TPS yang dapat dikunjungi lebih dari sekali, serta jadwal ritasi kendaraan yang dapat bersifat periodik. Ini dapat dimodelkan sebagai varian VRP yang disebut Periodic Vehicle Routing Problem with Split Delivery with Multiple Trips and Intermediate Facility (PVRPSDMTIF). Pada model ini, kunjungan bersifat periodik sehingga terlebih dahulu membuat jadwal kunjungan ke tiap-tiap TPS selama periode
perencanaan, kemudian rute kendaraan tiap harinya dibuat dengan menggunakan menggunakan algoritma sequential insertion dengan tujuan meminimumkan jumlah kendaraan dan total waktu penyelesaian. Rute kendaraan dibuat untuk dua alternatif jalur menuju TPA yang baru, yaitu melalui Jalan Tol Padalarang-Cileunyi dan Jalan Rancanumpang, hasilnya alternatif jalur melalui Jalan Tol Padalarang Cileunyi memerlukan 12 kendaraan yang terdiri dari 11 kendaraan berkapasitas 10 m3 dengan total waktu penyelesaian 31433,555 menit dan 1 kendaraan berkapasitas 6 m3 dengan total waktu penyelesaian 1707,074 menit, sedangkan alternatif jalur melalui Jalan Rancanumpang memerlukan 11 kendaraan yang terdiri dari 10 kendaraan berkapasitas 10 m3 dengan total waktu penyelesaian 28000,221 menit dan 1 kendaraan berkapasitas 6 m3 dengan
total waktu penyelesaian 1369,141 menit. Analisis sensitivitas dilakukan untuk mengetahui pengaruh perubahan parameter horison perencanaan terhadap fungsi tujuan meminimumkan jumlah kendaraan dan total waktu penyelesaian, hasilnya dengan penambahan horison perencanaan maka jumlah kendaraan dan total waktu penyelesaian untuk kedua alternatif jalur menjadi berkurang. Melalui penelitian ini maka telah dibentuk rute pengangkutan sampah yang baru dengan mempertimbangkan perpindahan lokasi TPA.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2012).RUTE KENDARAAN PENGANGKUTAN SAMPAH MENGGUNAKAN ALGORITMA SEQUENTIAL INSERTION (STUDI KASUS DI PD. KEBERSIHAN WILAYAH OPERASIONAL BANDUNG TIMUR) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.RUTE KENDARAAN PENGANGKUTAN SAMPAH MENGGUNAKAN ALGORITMA SEQUENTIAL INSERTION (STUDI KASUS DI PD. KEBERSIHAN WILAYAH OPERASIONAL BANDUNG TIMUR) ().Teknik Industri:FTI,2012.Text
MLA Style
.RUTE KENDARAAN PENGANGKUTAN SAMPAH MENGGUNAKAN ALGORITMA SEQUENTIAL INSERTION (STUDI KASUS DI PD. KEBERSIHAN WILAYAH OPERASIONAL BANDUNG TIMUR) ().Teknik Industri:FTI,2012.Text
Turabian Style
.RUTE KENDARAAN PENGANGKUTAN SAMPAH MENGGUNAKAN ALGORITMA SEQUENTIAL INSERTION (STUDI KASUS DI PD. KEBERSIHAN WILAYAH OPERASIONAL BANDUNG TIMUR) ().Teknik Industri:FTI,2012.Text