// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN PENGELOLAAN PO.HARUM BSI BERDASARKAN FAKTOR PENYEBAB JOB STRESS PADA SUPIR BUS]]> Robby Purnama / 13.2006.131 Dosen Pembimbing 1 Yuniar, Ir., M.T. Arie Desrianty, ST., M.T.
Supir bus merupakan salah satu bagian perusahaan otobus yang memiliki peran sangat vital dalam mencapai mencapai tujuan perusahaan. Karakteristik pekerjaan supir bus yang memiliki bahaya kerja dan karakteristik supir bus merupakan tekanan internal dan eksternal yang dapat merubah tekanan pekerjaan menjadi job stress. Supir bus yang mengalami job stress dapat berdampak pada tujuan dan pencapaian perusahaan dalam meningkatkan daya saing. Dampak job stress selain berdampak kepada perusahaan dapat berdampak juga terhadap pribadi dan lingkungan sekitar. Kondisi ini membuat suatu kebutuhan untuk melakukan penelitian agar dapat meminimasi dampak negatif dari job stress. Proses penelitian menggunakan NIOSH General Job Stress Questionnaire. Proses penyebaran kuesioner pendahuluan kepada 30 orang untuk mendapatkan data yang akan dilakukan uji validiatas dan reliabilitas. Proses uji validitas dan reliabilitas terdapat proses reverse score item pertanyaan ke arah pertanyaan negatif dengan tujuan mengkonsistenkan suatu jawaban pertanyaan pada setiap faktor yang diteliti. Proses penyebaran kuesioner penelitian yang disebarkan kepada 40 orang dapat dilakukan apabila uji validitas dan reliabilitas menyatakan valid (0.361) dan reliabel (0,70). Proses selanjutnya adalah perngolahan data menggunakan perhitungan modus. Hasil dari pegolahan data didapatkan faktor yang memicu terjadinya job stress pada setiap trayek yaitu pekerjaan di masa depan, rentang kendali, beban kerja dan tanggung jawab, tuntutan mental, kesehatan umum kecuali persyaratan kerja tidak terjadi pada trayek Bandung- Purwokerto. Faktor-faktor ini selanjutnya dilakukan analisis berdasarkan kondisi pada setiap faktor (item-item pertanyaan). Hasil analisis didapatkan beberapa penyebab seperti faktor internal yaitu usia, keterampilan yang kurang dan status berkeluarga serta faktor eksternal yaitu job desc yang banyak, jam tidur yang kurang, fasilitas yang kurang memadai, supply makanan dan minuman yang kurang dan kondisi persaingan yang menyebabkan penghasilan yang berkurang. Berdasarkan hasil analisis maka didapatkan beberapa strategi penanganan untuk dapat meminimasi dampak negatif dari job stress pada supir bus yaitu strategi penanganan internal dan eksternal. Strategi penganan interanal terdiri atas melakukan penambahan keterampilan, berkomunikasi, olah raga, menjaga pola makan dan minum serta berfikir positif. Strategi penaganan eksternal ialah memberikan pelatihan kepada supir bus, melakukan penelitian terhadap jalannya usaha, melakukan perancangan ulang jobdesc semua karyawa terutama supir bus, menyediakan makanan dan minuman sebelum dan sesudah bekerja, mengadakan penilaian kinerja, memberikan fasilitas tidur, melakukan pengecekan kesehatan, berkomunikasi dengan supir bus dan melaksanakan kerjasama yang baik terutaman dalam menjalankan job desc