// <![CDATA[ANALISIS TINGKAT KELELAHAN DAN KUALITAS TIDUR PENGENDARA BUS BERDASARKAN FATIGUE INDEX DAN SLEEP QUALITY INDEX (STUDI KASUS DI PO.HARUM BSI BANDUNG)]]> ALFIN RAHADIAN / 13-2006-132 Dosen Pembimbing 1 Lisye Fitria, S.T., M.T. Caecilia Sri Wahyuning, S.T., M.T.
Menurut (www.suaramerdeka.com) pada tahun 2009-2010 PO.Harum telah mengalami beberapa peristiwa kecelakaan. Salah satu hal yang harus diperhatikan agar terhindar dari kecelakaan adalah perilaku berkendara yang baik serta kesadaran dari seorang pengendara mengenai tata tertib lalu lintas. Waktu yang dihabiskan seseorang saat berkendara dapat mempengaruhi kondisi fisiknya. Durasi kerja yang panjang (lebih dari 8 jam) dan pola shift kerja bergantian yang dialami pengendara bus di PO.Harum cukup rentan untuk memicu terjadinya gangguan pola tidur harian serta dapat memicu probabilitas kelelahan semakin tinggi. Kelelahan dan rasa kantuk yang dirasakan pengendara bus saat berkendara, dikhawatirkan dapat menganggu perilaku berkendara. Penelitian ini menitikberatkan pada pengkajian durasi kerja yang mempengaruhi karakteristik fisik pengendara bus di PO.Harum serta menganalisis tingkat kelelahan dan kualitas tidur, yaitu dengan menghitung indeks kelelahan dan indeks kualitas tidur. Metoda yang digunakan adalah Risk Assesment dan tools yang digunakan adalah Sleep Quality Index dan Fatigue Index Calculator. Output yang dihasilkan dari kedua tools berupa nilai indeks kualitas tidur dan nilai indeks kelelahan akan dijadikan acuan untuk melihat seberapa baik/buruknya kualitas tidur dan tingkat kelelahan pengendara bus. Penelitian ini juga menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terhadap baik/buruknya kualitas tidur dan tingkat kelelahan yang dialami pengendara bus di PO.Harum serta analisis korelasi untuk mengetahui hubungan antara indeks kualitas tidur dengan indeks kelelahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi kerja dari pengendara bus melebihi 8 jam/hari. Pada hasil perhitungan indeks kualitas tidur, diperoleh indeks kualitas tidur melebihi 5 ( > 5) yang mengindikasikan bahwa kualitas tidur buruk. Pada hasil perhitungan indeks kelelahan dari pengendara bus di PO.Harum menunjukan bahwa probabilitas kelelahan yang terjadi cukup tinggi. Berdasarkan analisis korelasi, menunjukan bahwa terdapat hubungan cukup kuat antara indeks kualitas tidur dengan indeks kelelahan. Disimpulkan bahwa durasi kerja yang cukup lama, kondisi lingkungan kerja, dan tempat istirahat yang tidak kondusif dapat menyebabkan terjadinya gangguan pola tidur harian (kekurangan tidur), serta gangguan karakteristik fisik dan mental dari pengendara bus di PO.Harum. Hal ini akan berdampak pada semakin buruknya kualitas tidur dan tingginyaprobabilitas kelelahan yang dialami pengendara bus di PO.Harum.