<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2846">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ANALISIS KEMAMPUAN COGNITIVE DAN KECEPATAN REAKSI BERDASARKAN USIA MASINIS PT.KERETA API INDONESIA]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>INDAH AYU PUAJIARTI 13-2007-033</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yuniar, Ir., M.T.</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Arie Desrianty, S.T., M.T</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Industri]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTI]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2012]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kereta api merupakan sarana transportasi yang banyak diminati oleh masyarakat yang
dijalankan oleh seorang masinis. Persyaratan fisiologis dan psikologis yang semestinya dimiliki
seorang masinis antara lain kemampuan kognitif (cognitive). Kemampuan cognitive adalah
kemampuan seseorang dalam langkah-langkah memproses informasi berdasarkan pandangan
psikologi. Proses kognitif sangat erat kaitannya dengan sistem pengolahan informasi. Tahapan
penting pada proses kognitif adalah persepsi, proses dan respon. Keterbatasan cognitive pada
masinis dialami seperti keterbatasan daya ingat, kapasitas dalam proses informasi sangat
membahayakan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan cognitive adalah usia. Usia
yang bervariasi dapat mengakibatkan kemampuan cognitive yang berbeda-beda. Kemampuan
cognitive masinis mengalami gangguan akan mengakibatkan kesalahan dalam pengambilan
keputusan maka hasil respon yang diterima akan membahayakan.
Penelitian dilakukan pada Daerah Operasi IV-Semarang bertujuan untuk menentukan
usia optimal masinis berdasarkan kemampuan cognitive dan kecepatan reaksi. Alat ukur yang
dipergunakan dalam penelitian adalah kemampuan Cognitive dengan menggunakan Cognitive
Failures Questions (CFQ) berdasarkan distracbility (gangguan perhatian), memory (memori)
dan blunders (kekeliruan). Kecepatan reaksi dengan mempergunakan software DirectRT.
Berdasarkan hasil penelitian untuk kemampuan cognitive, semakin bertambahnya usia
maka tingkat kegagalan kognitif tinggi. Pengelompokkan usia masinis < 30 tahun, 31-40 tahun,
41-50 tahun dan > 50 tahun. Usia > 50 tahun sering mengalami gangguan memory (lupa akan
arti sinyal, semboyan dan kondisi-kondisi tertentu/ tindakan yang harus dilakukan) dan blunders
(kekeliruan dalam hal tindakan) serta usia 41-50 tahun sering mengalami gangguan distracbility
(melamun/ tidak fokus dan kurang konsentrasi). Performansi masinis dalam merespon suatu
reaksi kurang baik dikarenakan waktu yang dimiliki masinis lebih lama dibandingan dengan
waktu rata-rata normal. Variabel kegagalan cognitive dengan variabel kecepatan reaksi
menunjukkan terdapat hubungan yang cukup kuat artinya kegagalan cognitive yang disebabkan
oleh kesalahan dan pelanggaran prosedur yang dilakukan masinis akan menyebabkan kecepatan
reaksi masinis besar atau lebih lama.
Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa usia yang optimal untuk masinis adalah 50
tahun. Usia 50 tahun masih memiliki daya ingat yang baik dan kemampuan fisik yang dimiliki
baik. Masinis untuk usia < 30, 31-40 tahun, 41-50 tahun dalam meningkatkan kemampuan
cognitive dapat dilakukan dengan cara berolahraga, meningkatkan kekuatan otak (disarankan
minum air putih), menonton televisi (kuis atau game), merangsang panca indera (mengkonsumsi
permen papermint), bermain game sederhana (teka-teki silang).</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[1367TI022012a]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[1367TI022012a]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="2935" url="" path="/1367TI022012a.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[ANALISIS KEMAMPUAN COGNITIVE DAN KECEPATAN REAKSI BERDASARKAN USIA MASINIS PT.KERETA API INDONESIA]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2846]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-03-29 09:56:54]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-05-24 09:05:53]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>