// <![CDATA[USULAN STRATEGI PENINGKATAN KEWASPADAAN MASINIS KERETA REL LISTRIK BERDASARKAN METODE QUANTITATIVE ANALYSIS OF SITUATIONAL AWARENESS]]> MICHAEL DANIEL SIPAYUNG / 13-2007-047 Dosen Pembimbing 1 Yuniar, Ir., M.T. Arie Desrianty, S.T., M.T.
Kelelahan merupakan salah satu penyebab ketidakwaspadaan akibat tingginya mobilitas perjalanan kereta. Kelelahan pada masinis dapat menimbulkan kesalahan. Kesalahan yang terjadi dapat menimbulkan kecelakaan. Penelitian ini mengukur dan menganalisis besar kewaspadaan masinis dengan menggunakan kuesioner dengan variabel kuesioner diperoleh dari penelitian Jinn- Tsai Wong et.al. (2009) untuk diberikan usulan strategi meningkatkan kewaspadaan menggunakan metode QUASA (Quantitative Analysis of Situational Awareness), teknik ini menggabungkan pernyataan objektif (bersifat benar/salah) dan penilaian subjektif terhadap keyakinan dari setiap jawaban. Kemudian hasil yang diperoleh dinilai dengan menggunakan aplikasi Teori Deteksi Sinyal. Penyelidikan tingkat kewaspadaan dengan menggunakan kuesioner dilakukan modifikasi, hal ini untuk menyesuaikan karakteristik dan kondisi responden yang menjadi objek penelitian. Pengolahan data dilakukan dengan mengkalibrasi jawaban dengan tingkat keyakinan yang kemudian dihitung besar kewaspadaan masinis. Pengolahan data SA didukung dengan Teori Deteksi Sinyal yang dilakukan untuk menilai hasil jawaban. Hasil kalibrasi kewaspadaan masinis menunjukkan under-confident, dimana nilai actual accuracy 90,3% dan perceived accuracy sebesar 83,26%. Artinya masinis memiliki tingkat kewaspadaan tinggi tetapi tidak menerapkan dengan baik pada saat berkendara. Besar kewaspadaan masinis diperoleh sebesar 76,615%. Artinya bahwa kewaspadaan masinis masih belum optimal. Penilaian teori deteksi sinyal terhadap besar tingkat kewaspadaan dilakukan dengan tabel kontingensi untuk pengukuran sensitivitas dan bias. Tabel kontingensi dibagi dalam empat bagian, yaitu: hit, miss, false alarm, dan correct rejection. Besar nilai hit yang terjadi adalah 0,737, miss 0,263, false alarm 0,320, dan correct rejection 0,680. Nilai sensitivitas menunjukkan kemampuan masinis untuk membedakan pernyataan benar dan salah, nilai sensitivitas diperoleh sebesar 1,104, artinya bahwa masinis memiliki sensitivitas yang baik yaitu mampu membedakan signal dan noise. Bias kemampuan masinis membedakan rangasangan ambigu, nilai bias diperoleh sebesar -0,819 artinya masinis memiliki nilai bias yang baik karena dapat menghadapi rangsangan ambigu. Berdasarkan pengukuran kewaspadaan dapat ditarik kesimpulan bahwa masinis berada pada perilaku under-confident dengan kewaspadaan belum optimal. Pada kondisi ini masinis cenderung berkendara tidak sesuai peraturan padahal masinis mengetahui, mengerti, dan memahami peraturan yang ada. Pelanggaran yang dilakukan masinis berdasarkan kuesioner adalah memacu kecepatan kereta pada saat memungkinkan, penggunaan alat komunikasi pribadi, dan menurunnya konsentrasi yang diakibatkan oleh jauh jarak rute (terjadi kelelahan fisik dan mental karena kondisi pekerjaan membutuhkan banyak konsentrasi). Agar meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi terjadinya pelanggaran masinis diberikan usulan, antara lain memberikan penyelia khusus bagi satu masisnis, melakukan uji check list prosedur secara berkala agar masinis tetap memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan, meningkatkan pendidikan dan pelatihan agar semua tugas yang dibutuhkan tentang pengetahuan, aturan dan keterampilan lebih dipahami, dilakukan check point setiap perjalanan masinis disetiap stasiun untuk dilakukan evaluasi masinis yang bersangkutan.