// <![CDATA[STUDI KELAYAKAN TERNAK IKAN SIDAT DI PANGALENGAN, KABUPATEN BANDUNG]]> MOCHAMMAD DEWANTORO / 13.2007.049 Dosen Pembimbing 1 Abu Bakar, Ir., MT. Dwi Kurniawan, ST,. MT.
Kemajuan teknologi saat ini memicu masyarakat untuk lebih intensif dalam mengeksplorasi hasil bumi mereka, salah satunya hasil perikanan. Sektor perikanan Indonesia belum sepenuhnya tergali, hal ini ditunjukkan dari banyaknya masyarakat yang belum mengetahui potensi ikan sidat yang menjanjikan. Selain itu permintaan ikan sidat yang masih banyak belum terpenuhi terutama untuk pasar ekspor. Sebelum mendirikan usaha ternak ikan sidat tersebut, terlebih dahulu dilakukan pengkajian terhadap lima aspek, yaitu aspek pasar, aspek teknis, aspek legal dan lingkungan, aspek manajemen sumber daya manusia, dan aspek finansial. Hasil dari pengkajian kelima aspek tersebut dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 1 Hasil Analisis Kelayakan Ternak Ikan Sidat Kriteria Kelayakan Hasil Analisis Keterangan Aspek Pasar Layak 1. Adanya permintaan terhadap produk 2. Jumlah permintaan lebih besar dari penawaran 3. Adanya peluang pasar Aspek Teknis Layak 1. Spesifikasi produk sesuai dengan permintaan pasar 2. Proses pembiakan ikan tidak terganggu. 3. Alternatif lahan yang terpilih memiliki kecukupan sumber daya 4. Spesifikasi lahan sesuai dengan skala usaha. Aspek Legal dan Lingkungan Layak 1. Bentuk badan hukum usaha ini adalah CV. 2. Limbah hasil tambak telah mendapatkan treatment sebelum dibuang ke saluran air umum. Aspek MSDM Layak 1. Adanya struktur organisasi yang disesuaikan dengan bisnis ternak ikan sidat sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4.3. 2. Tersedianya pekerja yang memenuhi spesifikasi. 3. Struktur organisasi yang ideal. 4. Adanya program pelatihan kerja bagi tenaga kerja. Aspek Finansial Layak 1. Payback Period untuk usaha ternak ikan sidat ini adalah selama 2 tahun 9 bulan 2. Nilai Net Present Value positif yaitu sebesar Rp 256,496,182 3. Nilai Incremental Rate Of Return adalah sebesar 24,405% dan nilai tersebut lebih besar daripada bunga yang digunakan yaitu sebesar 9,25%. Setelah dilakukan analisis kelayakan pada setiap aspek, yakni aspek pasar, aspek teknis, aspek legal dan lingkungan, aspek manajemen sumber daya manusia, dan aspek finansial didapat hasil layak untuk menjalankan usaha ini. Setelah didapatkan hasil layak tersebut, selanjutnya dilakukan analisis sensitivitas terhadap variabel-variabel yang dapat mempengaruhi perubahan keputusan layak tersebut menjadi tidak layak. Hasil dari analisis sensitivitas tersebut dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 2 Hasil Analisis Sensitivitas Kriteria Penurunan Harga Jual Kenaikan Ratio Kematian Kenaikan Harga Pakan Ikan Batas Maksimal 22,37% 22.37% 829%