// <![CDATA[USULAN PENINGKATAN PERFORMANSI KERJA MASINIS BERDASARKAN ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA]]> Ficky Aditya Putra / 13-2007-057 Dosen Pembimbing 1 Arie Desrianty, S.T., M.T. Caecillia S.W., Ir., M.T.
Performansi kerja masinis dipengaruhi oleh faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern ini misalnya human error dan lain-lain, kemudian faktor ekstern misalnya kondisi lingkungan kerja lokomotif. Lingkungan kerja masinis baik dari dalam maupun dari luar lokomotif dapat berdampak pada fatique (kelelahan), stress, reaction time (reaksi masinis). Suatu kondisi lingkungan kerja dikatakan baik apabila didalamnya manusia bisa melaksanakan pekerjaannya dengan aman, sehat, dan nyaman (Sutalaksana, 2005). Lingkungan kerja mempengaruhi performansi masinis karena faktor atau unsur lingkungan kerja tersebut dapat menyebabkan suatu penurunan kondisi kerja. Dari berbagai faktor lingkungan kerja tersebut dapat diketahui faktor mana yang paling mempengaruhi performansi masinis dengan menggunakan metode regresi dan korelasi. Pengukuran faktor lingkungan kerja yang diukur adalah kelembaban, temperatur, kebisingan, intensitas cahaya, dan WBGT (Wet Bulb Globe Temperatur) sedangkan faktor fisiologis yaitu denyut jantung masinis pada saat berangkat dinas dan pulang dinas sebagai input dari perhitungan konsumsi energi. Performansi masinis diukur dengan menggunakan software ‘DirectRt. Berdasarkan persamaan regresi faktor-faktor lingkungan kerja dan konsumsi energi mempengaruhi waktu reaksi sebagai performansi masinis baik semakin cepat atau semakin lambat. Koefisien korelasi menunjukkan hubungan antara waktu reaksi dengan konsumsi energi, temperature, dan WBGT bersifat kuat, sedangkan koefisien hubungan antara waktu rekasi dengan kelembaban, kebisingan, dan intensitas cahaya bersifat lemah. Kemudian didapat nilai determinasi untuk mengetahui seberapa besar hubungan dari faktor-faktor lingkungan kerja dan konsumsi energi mempengaruhi waktu reaksi sebagai performansi masinis. Nilai determinasi pada kelembaban, kebisingan, dan intensitas cahaya dibawah 50%, sedangkan pada konsumsi energi, temperatur dan WBGT diatas 50%. Berdasarkan perhitungan dan analisis dapat disimpulkan bahwa konsumsi energi termasuk kedalam kategori light, karena masinis tidak memerlukan banyak kerja fisik. Faktor lingkungan kerja dan konsumsi energi memiliki hubungan yang kuat pada saat pulang dinas karena masinis sudah terpengaruh pada saat dinas. Kemudian pada kelembaban, kebisingan, intensitas cahaya memiliki hubungan yang lemah karena masinis sudah teraklimatisasi pada saat dinas dan waktu kerja yang sudah lama.