USULAN PENINGKATAN PERFORMANSI KERJA MASINIS BERDASARKAN ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA
Performansi kerja masinis dipengaruhi oleh faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern ini
misalnya human error dan lain-lain, kemudian faktor ekstern misalnya kondisi lingkungan kerja
lokomotif. Lingkungan kerja masinis baik dari dalam maupun dari luar lokomotif dapat berdampak pada
fatique (kelelahan), stress, reaction time (reaksi masinis). Suatu kondisi lingkungan kerja dikatakan baik
apabila didalamnya manusia bisa melaksanakan pekerjaannya dengan aman, sehat, dan nyaman
(Sutalaksana, 2005). Lingkungan kerja mempengaruhi performansi masinis karena faktor atau unsur
lingkungan kerja tersebut dapat menyebabkan suatu penurunan kondisi kerja. Dari berbagai faktor
lingkungan kerja tersebut dapat diketahui faktor mana yang paling mempengaruhi performansi masinis
dengan menggunakan metode regresi dan korelasi.
Pengukuran faktor lingkungan kerja yang diukur adalah kelembaban, temperatur, kebisingan,
intensitas cahaya, dan WBGT (Wet Bulb Globe Temperatur) sedangkan faktor fisiologis yaitu denyut
jantung masinis pada saat berangkat dinas dan pulang dinas sebagai input dari perhitungan konsumsi
energi. Performansi masinis diukur dengan menggunakan software ‘DirectRt. Berdasarkan persamaan
regresi faktor-faktor lingkungan kerja dan konsumsi energi mempengaruhi waktu reaksi sebagai
performansi masinis baik semakin cepat atau semakin lambat. Koefisien korelasi menunjukkan hubungan
antara waktu reaksi dengan konsumsi energi, temperature, dan WBGT bersifat kuat, sedangkan koefisien
hubungan antara waktu rekasi dengan kelembaban, kebisingan, dan intensitas cahaya bersifat lemah.
Kemudian didapat nilai determinasi untuk mengetahui seberapa besar hubungan dari faktor-faktor
lingkungan kerja dan konsumsi energi mempengaruhi waktu reaksi sebagai performansi masinis. Nilai
determinasi pada kelembaban, kebisingan, dan intensitas cahaya dibawah 50%, sedangkan pada konsumsi
energi, temperatur dan WBGT diatas 50%.
Berdasarkan perhitungan dan analisis dapat disimpulkan bahwa konsumsi energi termasuk
kedalam kategori light, karena masinis tidak memerlukan banyak kerja fisik. Faktor lingkungan kerja dan
konsumsi energi memiliki hubungan yang kuat pada saat pulang dinas karena masinis sudah terpengaruh
pada saat dinas. Kemudian pada kelembaban, kebisingan, intensitas cahaya memiliki hubungan yang
lemah karena masinis sudah teraklimatisasi pada saat dinas dan waktu kerja yang sudah lama.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2012).USULAN PENINGKATAN PERFORMANSI KERJA MASINIS BERDASARKAN ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.USULAN PENINGKATAN PERFORMANSI KERJA MASINIS BERDASARKAN ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA ().Teknik Industri:FTI,2012.Text
MLA Style
.USULAN PENINGKATAN PERFORMANSI KERJA MASINIS BERDASARKAN ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA ().Teknik Industri:FTI,2012.Text
Turabian Style
.USULAN PENINGKATAN PERFORMANSI KERJA MASINIS BERDASARKAN ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA ().Teknik Industri:FTI,2012.Text