Detail Cantuman

ANALISIS TINGKAT KEWASPADAAN MASINIS BERDASARKAN UMUR MENGGUNAKAN METODE QUANTITATIVE ANALYSIS OF SITUATIONAL AWARENESS (QUASA)

ANALISIS TINGKAT KEWASPADAAN MASINIS BERDASARKAN UMUR MENGGUNAKAN METODE QUANTITATIVE ANALYSIS OF SITUATIONAL AWARENESS (QUASA)


Kereta api merupakan transportasi darat yang paling banyak diminati oleh masyarakat, karena biaya yang relatif lebih murah dan dapat menjangkau daerah-daerah yang terpencil, bahkan pihak kereta api Indonesia (KAI) berencana untuk membuka rute-rute baru sehingga dapat menunjang pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pertumbuhan perkembangan suatu wilayah. Sarana kereta api pun tidak terlepas dari kecelakaan, dan hampir setiap tahun terjadi kecelakaan, hal ini terjadi karena sarana dan prasana yang ada kurang memadai, seperti banyaknya sinyal yang tidak berfungsi dengan baik, kondisi lokomotif yang sudah tua, kurangnya pemeliharaan kondisi prasarana yang ada, dan tingkat kewaspadaan masinis. Umur masinis yang bervariasi menyebabkan tingkat kewaspadaan dan perilaku pada setiap masinis berbeda-beda, dikarenakan umur mempengaruhi perilaku dalam mengenderai kereta api. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengukur tingkat kewaspadaan masinis berdasarkan umur dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, sehingga kecelakaan kereta api dapat diminimasi.
Pengukuran tingkat kewaspadaan dapat dilakukan dengan metode QUASA (Quantitative Analysis of Situational Awareness) yang berupa kuesioner situational awareness (SA). Variabel penelitian kuesioner SA diperoleh dari penelitian Jinn-Tsai Wong et. al. (2009). Responden dalam kasus penelitian ini adalah masinis yang bertugas pada daerah operasi IV Semarang dan diklasifikasikan berdasarkan umur.
Berdasarkan hasil pengolahan data dari kuesioner SA, masinis dengan kategori semua umur berada pada daerah overconfident, yaitu seseorang memiliki tingkat kewaspadaan rendah tetapi berperilaku seakan-akan memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi. Actual accuracy masinis paling tinggi terdapat pada masinis yang berumur antara 41-50 tahun. Tingkat kewaspadaan yang paling tertinggi terdapat pada umur 41-50 tahun sebesar 68,056%. Pengukuran SDT digunakan untuk menunjukkan kinerja seseorang dalam menemukan rangsangan tertentu. Nilai hit rate lebih tinggi daripada false alarm yang artinya masinis pada daerah operasi Semarang memiliki perilaku yang tepat dalam berkendara tetapi tidak menerapkannya. Hit rate tertinggi terdapat pada umur 41-50 tahun sebesar 0.854. Sensivitas digunakan untuk menunjukkan seseorang membedakan sinyal dan bukan sinyal, dimana nilai sensivitas tertinggi terdapat pada umur 31-40 tahun.


LOADING LIST...

LOADING LIST...

Detail Information

Bagian Informasi
Pengarang DUMA WULAN SARI / 13.2007.121 - Personal Name
Yuniar, Ir., M.T. - Personal Name
Arie Desrianty, S.T., M.T. - Personal Name
No. Panggil 1377TI022012a
Subyek
Fakultas FTI
Tahun Terbit 2012
Jurusan Teknik Industri
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik

  Tags :

Citation

. (2012).ANALISIS TINGKAT KEWASPADAAN MASINIS BERDASARKAN UMUR MENGGUNAKAN METODE QUANTITATIVE ANALYSIS OF SITUATIONAL AWARENESS (QUASA)().Teknik Industri:FTI

.ANALISIS TINGKAT KEWASPADAAN MASINIS BERDASARKAN UMUR MENGGUNAKAN METODE QUANTITATIVE ANALYSIS OF SITUATIONAL AWARENESS (QUASA)().Teknik Industri:FTI,2012.Text

.ANALISIS TINGKAT KEWASPADAAN MASINIS BERDASARKAN UMUR MENGGUNAKAN METODE QUANTITATIVE ANALYSIS OF SITUATIONAL AWARENESS (QUASA)().Teknik Industri:FTI,2012.Text

.ANALISIS TINGKAT KEWASPADAAN MASINIS BERDASARKAN UMUR MENGGUNAKAN METODE QUANTITATIVE ANALYSIS OF SITUATIONAL AWARENESS (QUASA)().Teknik Industri:FTI,2012.Text

 



Homepage Info

Koleksi  ETD adalah merupakan Tugas Akhir mahasiswa Itenas dalam menempuh program Sarjana/Magister. Seluruh isi dari Tugas Akhir adalah merupakan tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Koleksi


Total ETDs : 20322

Total Kunjungan: 26011 dari Maret 2018

Media Sosial / Kanal

Address

UPT Perpustakaan Itenas
Jl. PKH. Mustopha No.23
Bandung 40124, Indonesia
Phone: +62-22-7272215,
email: libary[at]itenas.ac.id