// <![CDATA[ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL PEGAWAI ITENAS BANDUNG PADA UNIT KERJA BIRO ADMINISTRASI KEUANGAN DAN UMUM MENGGUNAKAN METODE SWAT]]> Prama Christiantha / 13.2007.156 Dosen Pembimbing 1 Yuniar, Ir., M.T. Lisye Fitria, S.T., M.T.
Perencanaan sumber daya manusia di Itenas sudah membantu dalam memajukan dunia pendidikan di Itenas ke arah yang lebih baik namun pada perencanaan SDM belum didasarkan pada suatu konsep perencanaan secara menyeluruh. Penempatan kebutuhan jumlah pegawai yang tidak sesuai mengakibatkan terjadinya penumpukkan pegawai disuatu unit kerja dan kekurangan pegawai di unit kerja lainnya atau beberapa pegawai menjadi menggangur tanpa pekerjaan yang jelas karena kelebihan pegawai. Masalah yang akan semakin berkembang dari penempatan kerja yaitu terdapat tugas yang tidak selesai dikerjakan karena beban dari tugas tersebut terasa lebih berat dan pegawai yang sedikit sehingga beban kerja yang berlebihan akan mengakibatkan pegawai cepat mengalami kelelahan dan menurunkan produktifitas dalam bekerja. Perlu dilakukannya penelitian analisis beban kerja agar dalam pembagian beban kerja dapat dilakukan secara merata.Pada penelitian ini responden yang diamati adalah kepala bagian dan kepala sub bagian BAKU. Analisis beban kerja berdasarkan pengukuran mental didapatkan melalui job description yang diidentifikasi secara lebih rinci menjadi rincian kegiatan. Setelah mendapatkan rincian kegiatan dilakukan perhitungan beban kerja mental dengan metode SWAT. Hasil yang diperoleh dari proses perhitungan analisis beban kerja,terdapat tujuh buah responden yang memiliki beban kerja mental tinggi yang terdiri dari Kabag Rumah Tangga, Subbag Pemeliharaan Sarana dan Prasarana, Kabag Kepegawaian, Subbag Pembinaan Pegawai, Subbag Pengadaan Inventaris, Kabag Perlengkapan, Subbag Umum dan Keamanan. Pada responden yang memiliki beban kerja mental tinggi dilakukan wawancara yang nantinya akan didapatkan penyebab/faktor-faktor yang membuat tingginya beban kerja mental untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.