// <![CDATA[ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL PEGAWAI ADMINISTRASI FAKULTAS DI ITENAS BANDUNG MENGGUNAKAN METODE SWAT]]> FAJRI MUTTAQIEN / 13.2007.176 Dosen Pembimbing 1 Ir. Yuniar, M.T. Lisye Fitria, S.T., M.T.
Beban kerja merupakan beban yang dirasakan oleh seseorang pada saat melakukan sebuah aktivitas. Pada dasarnya beban kerja yang dirasakan merupakan kombinasi antara beban kerja fisik dan beban kerja mental. Kedua beban kerja tersebut sebaiknya berada dalam kondisi optimum agar pekerja dapat memiliki kinerja yang baik. Institut Teknologi Nasional (Itenas) merupakan sebuah institusi yang bergerak dibidang pendidikan di Bandung. Itenas memiliki pegawai-pegawai yang bekerja dibagian administrasi yang bertugas untuk melakukan pelayanan administratif kepada pihak-pihak terkait. Dalam melakukan pekerjaannya pegawai lebih cenderung bekerja menggunakan aspek mental dibandingkan dengan aspek fisik. Oleh karena itu pegawai sebaiknya tidak mengalami kelebihan atau kekurangan beban kerja mental yang akan berdampak kepada kinerjanya. Saat ini, pihak Itenas belum mengetahui besarnya beban kerja mental yang dirasakan oleh seorang pegawai administrasi Itenas, sehingga perlu dilakukan penelitian yang mengukur besarnya beban kerja mental yang dirasakan oleh seorang pegawai administrasi di Itenas. Penelitian dilakukan terhadap pegawai administrasi di FTI, FTSP, dan FSRD. Pengukuran beban kerja mental ini dilakukan secara subjektif agar hasil yang diperoleh berasal dari sudut pandang pegawai itu sendiri. Metoda yang digunakan adalah subjective workload assessment technique (SWAT). SWAT mengelompokkan beban kerja mental menjadi tiga deskriptor yaitu, beban waktu, beban usaha mental dan beban tekanan psikologis. Masingmasing deskriptor memiliki tiga tingkatan yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, pegawai yang memiliki pekerjaan dengan nilai beban kerja mental berkategori tinggi diwawancara untuk mengetahui penyebab tingginya nilai beban kerja mental. Berdasarkan perhitungan diketahui bahwa seluruh pegawai lebih mementingkan aspek beban waktu dengan nilai beban kerja mental berkategori tinggi untuk KaTU FTI sebanyak 16%, KaTU FTSP sebanyak 15%, KaTU FSRD sebanyak 0%, KaSubbag AK FTI sebanyak 14%, KaSubbag AK FTSP sebanyak 2%, KaSubbag AK FSRD sebanyak 0%, KaSubbag KU FTI sebanyak 0%, KaSubbag KU FTSP sebanyak 0%, dan KaSubbag KU FSRD sebanyak 0%.