// <![CDATA[SARANA REKREASI OUTBOUND LEMBANG]]> Ivan Ligamas / 21.2006.087 Dosen Pembimbing 1 Ir. Utami, MT Ir. I Putu W Thomas Brunner, MM
Sarana rekreasi outbound merupakan suatu sarana yang menawarkan wisata rekreasi berupa kegiatan-kegiatan di luar ruanganyang memanfaatkan potensi alam sekitar kepada masyarakat umum. Proyek ini berlatar belakang pada kebutuhan manusia akan rekreasi untuk menghilangkan kejenuhan yang diakibatkan oleh aktivitas sehari-hari yang dapat menyebabkan menurunnya kesehatan jiwa dan raga, dengan cara menikmati potensi alam yang indah dan sejuk yang sulit diperoleh di daerah perkotaan yang penuh sesak dan polusi. Secara fisik memiliki fasilitas akomodasi dan rekreasi secara lengkap dan terpadu bagi para wisatawan, baik luar maupun dalam. Selain itu fasilitas komersial juga ditempatka pada proyek ini agar terjadi pemanfaatan fungsi yang saling terintegrasi sehingga tapak dan kawasan dapat menciptakan suasana yang menyenangkan. Tema yang diambil dalam proyek tugas akhir ini adalah ”alam sebagai metafora kegiatan rekreasi” yang mengacu pada arsitektur hijau yang disesuaikan dengan tipologi dan fungsi bangunan sebagai cottages, dimana bangunan ini membutuhkan efisiensi ruangan yang mengarah pada fungsionalitas. Implementasi arsitektur dari konsep perancangan ini akan menghasilkan suatu bangunan yang kontekstual, nyaman, santai dan lebih menyatu dengan alam dan lingkungan sekitar serta iklim di negara Indonesia yang beriklim tropis.. Proyek Tugas Akhir ini memiliki tujuan diantaranya sebagai suatu sarana yang dapat mewadahi aktualisasi diri para wisatawan baik luar maupun dalam, mengembangkan dan memanfaatkan seoptimal mungkin potensi alam kawasan Lembang, melengkapi fasilitas sarana dan prasarana kawasan Lembang, dan menjadikan alam Lembang sebagai sarana peristirahatan warga perkotaan, serta turut meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Perencanaan proyek ini diawali dengan menganalisa kondisi tapak, kebutuhan ruang, dan aktivitas yang akan terjadi. Setelah proses perencanaan, kebutuhan ruang yang dibutuhkan disesuaikan dengan luas tapak. Proses perencanaan menjadi titik awal untuk dilanjutkan menuju proses perancangan. Kemudian, segala aspek yang telah dituangkan dalam proses perencanaan dilanjutkan menjadi proses skematik. Semua proses tersebut menjadi satu kesatuan untuk mencapai proses perancangan yang utuh. Metoda yang digunakan adalah metoda analisis yang dilakukan meliputi tahap pengumpulan data (studi literatur, observasi lapangan, wawancara, studi banding, seleksi), tahap analisis dan sintesis, dan tahap pengembangan konsep. Proses konsep perancangan ini mengacu pada hasil analisis dan studi pembelajaran berdasarkan tema dan judul yang diambil. Dengan adanya proyek ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengolahan tema dan judul serta pengembangan pola pembelajaran dalam merencanakan suatu sarana rekreasi outbound.