ANALISIS KEBUTUHAN DAN PENEMPATAN PEGAWAI ADMINISTRASI ITENAS BERDASARKAN PEMETAAN BEBAN KERJA DAN KOMPETENSI JABATAN
Saat ini di Itenas penentuan kebutuhan dan penempatan pegawai administrasi hanya berdasarkan perkiraan semata yaitu didasarkan pada masa kerja, tingkat pendidikan, dan berdasarkan permintaan dari setiap unitnya. Dampak dilakukannya penentuan kebutuhan dan penempatan dengan tidak sistematis adalah tidak tercapainya tujuan organisasi dari institute dengan maksimal. Untuk dapat mencapai tujuan organisasi dengan maksimal perlu dilakukan penentuan kebutuhan dan penempatan pegawai administrasi dengan sistematis. Proses penentuan kebutuhan dan penempatan yang sistematis adalah dengan melakukan penentuan kebutuhan berdasarkan analisis beban kerja dan penempatan berdasarkan kompetensi. Analisis beban kerja yang digunakan adalah analisis beban kerja berdasarkan waktu. Proses yang dilakukan adalah melakukan pengambilan data mengenai waktu yang dibutuhkan untuk melakukan suatu pekerjaan kemudian dilakukan perhitungan kebutuhan jumlah pegawai administrasi dalam setiap family di Itenas. Output yang didapat dari analisis beban kerja waktu adalah kebutuhan jumlah pegawai administrasi pada setiap family. Dalam kompetensi terdapat beberapa istilah yang digunakan untuk melakukan penempatan yaitu kompetensi individu (KI), kebutuhan kompetensi jabatan (KKJ), dan tingkat kepentingan. Proses yang dilakukan adalah melakukan perhitungan gap antara KI dengan KKJ dan tingkat kepentingan. Dari proses perhitungan gap diperoleh nilai selisih atau kesenjangan antara KI setiap pegawai administrasi dengan kebutuhan kompetensi dari setiap jabatan yang ada di Itenas. Berdasarkan analisis beban kerja dan kompetensi dilakukan proses man power planning yaitu melakukan penempatan pegawai administrasi untuk seluruh jabatan berdasarkan nilai gap yang terkecil dengan jumlah pegawai administrasi yang dibutuhkan. Jabatan yang dilakukan penempatan diawali dengan level kepala bagian, kepala subbagian, dan staff. Output yang didapatkan adalah pegawai administrasi yang terbaik untuk menduduki suatu jabatan dan jumlah pegawai administrasi yang optimal di setiap family. Pada penelitian ini diperoleh hasil terdapat selisih 7 orang pegawai administrasi di Itenas berdasarkan beban kerja dan terdapat selisih nilai kinerja individu sebesar 0,83; 2,14 dan 0,85 untuk level kepala bagian, kepala subbagian dan staff. Hal ini menunjukkan kebutuhan usulan pegawai administrasi lebih kecil dibandingkan dengan kondisi eksisting pada beberapa unit kerja dan nilai kinerja individu usulan pada level kepala bagian, kepala subbagian, dan staff lebih mendekati kebutuhan dari setiap jabatan dibandingkan nilai kinerja eksisting. Dengan dilakukannya penentuan kebutuhan dan penempatan pegawai administrasi dengan beban kerja dan kompetensi diharapkan pegawai admnistrasi dapat bekerja lebih efektif sehingga dapat mencapai tujuan organisasi dengan maksimal.
Kata Kunci : Analisis Beban Kerja, Kompetensi dan Man Power Plannin
Detail Information
Citation
APA Style
. (2012).ANALISIS KEBUTUHAN DAN PENEMPATAN PEGAWAI ADMINISTRASI ITENAS BERDASARKAN PEMETAAN BEBAN KERJA DAN KOMPETENSI JABATAN ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.ANALISIS KEBUTUHAN DAN PENEMPATAN PEGAWAI ADMINISTRASI ITENAS BERDASARKAN PEMETAAN BEBAN KERJA DAN KOMPETENSI JABATAN ().Teknik Industri:FTI,2012.Text
MLA Style
.ANALISIS KEBUTUHAN DAN PENEMPATAN PEGAWAI ADMINISTRASI ITENAS BERDASARKAN PEMETAAN BEBAN KERJA DAN KOMPETENSI JABATAN ().Teknik Industri:FTI,2012.Text
Turabian Style
.ANALISIS KEBUTUHAN DAN PENEMPATAN PEGAWAI ADMINISTRASI ITENAS BERDASARKAN PEMETAAN BEBAN KERJA DAN KOMPETENSI JABATAN ().Teknik Industri:FTI,2012.Text