// <![CDATA[MODEL DINAMIKA SISTEM UNTUK ANALISIS KETERKAITAN BIAYA TENAGA KERJA DENGAN KINERJA PERUSAHAAN PADA INDUSTRI GARMEN]]> FIRDA UTAMI INTANIA / 13.2008.077 Dosen Pembimbing 1 Ir. Yuniar, MT. Cahyadi Nugraha, ST., MT.
Dalam meningkatkan produktivitasnya perusahaan perlu meninjau perilaku kinerja tenaga kerja. Tenaga kerja adalah sebuah komponen sistem dengan perilaku yang kompleks. Perilaku tersebut erat kaitannya dengan kemampuan upah yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup layak seringkali menyiratkan beberapa hal yang secara langsung menyangkut kepentingan buruh dan perusahaan. Kebutuhan perancangan sebuah sistem yang memiliki perilaku kompleks, perlu dibantu dengan simulasi. Perilaku dalam sebuah sistem dapat dirincikan dalam sebuah model. Hal ini dibutuhkan agar dapat membantu proses perencanaan kebijakan oleh pengambil keputusan dalam hal ini perusahaan. Salah satu model simulasi yang dapat dipakai dalam penelitian adalah System Dynamics (Dinamika Sistem). System dynamics (Dinamika Sistem) adalah suatu metodologi untuk mempelajari dan mengelola sistem-sistem umpan-balik yang kompleks, seperti seseorang mengenalnya dalam bisnis dan sistem-sistem sosial lainnya. Hal yang paling khas dari system dynamics dibandingkan dengan pendekatan lainnya dalam memahami sistem yang kompleks adalah feedback loop (lingkar umpan-balik). Dalam pemahaman selanjutnya, maka konsep feedback dalam suatu sistem akan dapat dimengerti dan disimulasikan. Industri garmen termasuk industri pada sektor hilir, dimana sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja. Sektor pakaian jadi (PJ) adalah sektor yang padat karya, bukan sektor industri padat modal. Dalam industri PJ diperlukan kekompakan dan kecepatan tim karena fleksibilitas yang tinggi dalam melayani konsumen akhir yang sangat variatif. Pekerjaan utama dari tenaga kerja garmen dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian yaitu tenaga kerja desain, tenaga kerja produksi, dan tenaga kerja marketing. Dilihat dari pekerjaan utama yang dilakukan oleh tenaga kerja garmen teori yang dapat dipakai adalah teori hirarki Maslow dan teori motivation-hygiene Herzberg. Bagi pengusaha peningkatan upah sangat memberatkan karena tidak diimbangi dengan kenaikan produktivitas pekerja. Pernyataan ini dibuktikann oleh penelitian-penelitian yang memperhatikan hubungan tersebut secara linear. Berbeda dengan penelitian ini yang akan menggunakan model simulasi dengan metode system dynamics, diharapkan akan didapat sebuah kesimpulan yang menyatakan pengaruh kinerja tenaga kerja terhadap produktivitas pada sistem nyata. Metode ini dimulai dengan membuat causal loop diagrams dari sistem. Selanjutnya dibuat struktur model simulasi system dynamics dengan bantuan Powersim. Validasi dilakukan untuk menguji kesesuaian antara proses dan pengembangan model yang dihasilkan dengan kondisi nyata. Pengujian yang dibuat adalah dengan membuat 6 (enam) skenario. Skenario tersebut yaitu kondisi nyata saat ini, gaji tenaga kerja ekstrim rendah, gaji tenaga kerja ekstrim tinggi, gaji tenaga kerja rendah tanpa adanya supervisor, gaji tenaga kerja naik dari kondisi nyata tetapi masih tidak ekstrim, dan gaji naik dari kondisi nyata dengan biaya diluar tenaga kerja terdapat kenaikan setiap tahunnya. Hasil pengujian dengan enam skenario menunjukkan bahwa model dapat dikatakan sudah sesuai dengan mental model sederhana (valid menurut logika).