ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA IKAN LELE SANGKURIANG DI DESA SERANG LIMBANGAN KABUPATEN GARUT
Kebutuhan akan protein hewani yang berasal dari ikan air tawar saat ini cukup tinggi. Salah satu jenis ikan air tawar yang populer saat ini adalah Ikan Lele Sangkuriang. Semenjak tahun pertama Ikan Lele Sangkuriang dibudidayakan, permintaan akan jenis ikan tersebut terus meningkat, namun peningkatan permintaan tersebut tidak sebanding dengan pemenuhannya. CV Lele mania merupakan pengusaha olahan Ikan Lele Sangkuriang mengalami dampak dari ketidakseimbangan pemenuhan produk tersebut, sehingga CV Lele Mania membutuhkan supplier baru Ikan Lele Sangkuriang. Hal ini dapat menjadi suatu peluang usaha bagi para investor dan juga pengusaha perikanan.
Dalam mendirikan suatu usaha tidak terlepas dari resiko usaha dan investasi modal, sehingga predikat layak dibutuhkan dalam pembangunan usaha tersebut. Penelitian ini mengkaji kelayakan dari pendirian usaha Ikan Lele Sangkuriang di Desa Serang Limbangan Kabupaten Garut berdasarkan aspek pasar, aspek teknis, aspek legal dan lingkungan, aspek manajemen sumber daya manusia, dan aspek finansial.
Hasil dari pengkajian kelima aspek tersebut adalah, Aspek pasar dinyatakan layak karena adanya purchase order dan adanya strategi pemasaran yang dapat direalisasikan; Aspek teknis dinyatakan layak karena spesifikasi produk sesuai dengan permintaan konsumen, tidak adanya gangguan bersifat teknis, dan lokasi usaha memiliki sumber daya yang memadai dan sesuai dengan spesifikasi; Aspek legal dan lingkungan dinyatakan layak karena adanya badan usaha berbentuk CV dan adanya penanganan limbah hasil produksi terlebih dahulu sebelum dibuang; Aspek MSDM dinyatakan layak karena adanya struktur organisasi dan uraian pekerjaan yang jelas, tersedianya pekerja yang memenuhi spesifikasi pekerjaan, dan adanya program pelatihan untuk pekerja; Aspek finansial dinyatakan layak karena Payback Period 3 tahun 2 bulan, Net Present Value positif Rp 32.615.921, dan Internal Rate Of Return 19.57% lebih besar dari MARR sebesar 12,12%.
Berdasarkan hasil analisis kelayakan kelima aspek, usaha budidaya Ikan Lele Sangkuriang ini dinyatakan layak untuk diimplementasikan. Selanjutnya dilakukan analisis sensitivitas terhadap variabel-variabel yang dapat mempengaruhi perubahan keputusan layak tersebut menjadi tidak layak. Hasil analisis sensitivitas menghasilkan batas ambang perubahan keputusan kelayakan, apabila penuruanan harga jual tidak lebih dari 5,46% dan kenaikan upah pekerja tidak lebih dari 37%
Detail Information
Citation
APA Style
. (2012).ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA IKAN LELE SANGKURIANG DI DESA SERANG LIMBANGAN KABUPATEN GARUT ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA IKAN LELE SANGKURIANG DI DESA SERANG LIMBANGAN KABUPATEN GARUT ().Teknik Industri:FTI,2012.Text
MLA Style
.ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA IKAN LELE SANGKURIANG DI DESA SERANG LIMBANGAN KABUPATEN GARUT ().Teknik Industri:FTI,2012.Text
Turabian Style
.ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA IKAN LELE SANGKURIANG DI DESA SERANG LIMBANGAN KABUPATEN GARUT ().Teknik Industri:FTI,2012.Text