PENJADWALAN PERAWATAN MESIN MENGGUNAKAN METODE PROPORTIONAL HAZARD MODEL DAN TOTAL TIME ON TEST PLOTTING (STUDI KASUS PT. DIRGANTARA INDONESIA)
Perawatan mesin produksi di PT. Dirgantara Indonesia yang dilakukan saat ini masih bersifat corrective, seperti melakukan penggantian part saat terjadi kerusakan. Salah satu mesin di PT.Dirgantara Indonesia dengan sistem corrective maintenance dan memiliki frekuensi kerusakan yang cukup tinggi adalah Mesin Milling dengan nama Mesin Cincinnati Double Gantry Alumunium Only F. Tingginya frekuensi kerusakan ini dapat menganggu proses produksi dan mengakibatkan biaya perawatan yang tinggi. Sehingga perlu untuk dibenahi dengan mempertimbangkan biaya perawatan yang dihasilkan.
Secara teoritis untuk mengatasi masalah tersebut, perusahaan harus melakukan penjadwalan perawatan pencegahan. Pada penelitian ini untuk mengatasi masalah tersebut digunakan pendekatan proportional hazard model dan total time on test plotting. Model ini akan menghasilkan jadwal selang waktu dan biaya perawatan dengan memasukan efek variabel yang dimonitor dan tanpa variabel yang dimonitor. Kelebihan dari metode ini yaitu memperhitungkan efek variabel yang dimonitor terhadap laju kerusakan part yang kritis.
Untuk melakukan penjadwalan menggunakan metode ini data yang diperlukan yaitu data selang waktu kerusakan, data biaya perawatan serta data variabel dimonitor. Berdasarkan data selang kerusakan akan dilakukan pemilihan part kritis mengggunakan diagram pareto dan didapatkan part mesin yang bersifat kritis ada dua yaitu kontak main switch dan coolant filter. Dari kedua part kritis tersebut perencanaan selang perawatan untuk kontak main switch dilakukan tanpa memperhitungkan efek variabel yang dimonitor,karena sulit untuk mengetahui penyebab kerusakan part ini. Sedangkan perencanaan selang perawatan part coolant filter akan memperhitungkan efek variabel yang dimonitor yaitu volume geram yang dihasilkan.
Kesimpulan dari penelitian ini memberikan usulan jadwal selang perawatan pencegahan untuk kedua part kritis tersebut. Selang perawatan pencegahan yang diusulkan untuk part kontak main switch yaitu 36 hari berupa kegiatan pergantian part. Sedangkan untuk part coolant filter kegiatan perawatan pencegahan yang diusulkan selama 50 hari pertama dilakukan tindakan pembersihan part kemudian 50 hari berikutnya diganti dengan part baru. Sehingga penghematan biaya untuk tindakan perawatan kontak main switch sebesar Rp. 178.850,- pertahun dan coolant filter sebesar Rp. 5.759.593,-pertahun.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2012).PENJADWALAN PERAWATAN MESIN MENGGUNAKAN METODE PROPORTIONAL HAZARD MODEL DAN TOTAL TIME ON TEST PLOTTING (STUDI KASUS PT. DIRGANTARA INDONESIA) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.PENJADWALAN PERAWATAN MESIN MENGGUNAKAN METODE PROPORTIONAL HAZARD MODEL DAN TOTAL TIME ON TEST PLOTTING (STUDI KASUS PT. DIRGANTARA INDONESIA) ().Teknik Industri:FTI,2012.Text
MLA Style
.PENJADWALAN PERAWATAN MESIN MENGGUNAKAN METODE PROPORTIONAL HAZARD MODEL DAN TOTAL TIME ON TEST PLOTTING (STUDI KASUS PT. DIRGANTARA INDONESIA) ().Teknik Industri:FTI,2012.Text
Turabian Style
.PENJADWALAN PERAWATAN MESIN MENGGUNAKAN METODE PROPORTIONAL HAZARD MODEL DAN TOTAL TIME ON TEST PLOTTING (STUDI KASUS PT. DIRGANTARA INDONESIA) ().Teknik Industri:FTI,2012.Text