// <![CDATA[TINGKAT BEBAN KERJA MENTAL MASINIS BERDASARKAN NASA-TLX (TASK LOAD INDEX) DI PT. KAI DAOP II BANDUNG]]> MIRANTI SITI ASTUTY / 13.2007.064 Dosen Pembimbing 1 Yuniar, Ir., M.T. Caecillia Sri Wahyuning, Ir., M.T.
Kecelakaan yang terjadi di kereta api hampir setiap tahun terjadi dan mengakibatkan korban jiwa serta kerugian yang cukup besar. Salah satu faktor terjadinya kecelakaan kereta api adalah manusia (human error). Human error dapat disebabkan oleh beban kerja mental yang dirasakan oleh masinis. Dampak beban kerja mental berlebih menyebabkan kelelahan, yang dapat menimbulkan kelalaian dalam menjalankan tugasnya hingga dapat menyebabkan kecelakaan kereta api. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisa beban kerja mental yang dirasakan masinis Daop II Bandung dengan objek penelelitian yang diambil adalah masinis yang menjalani dinasan kereta jarak dekat (Bandung-Padalarang, Bandung-Cicalengka) dan kereta jauh (Bandung-Banjar, Bandung-Jakarta). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran beban kerja mental menggunakan NASA-TLX (Task Load Index). Pengumpulan data dilakukan sebanyak 45 sampel (masinis) dengan menggunakan rating NASA-TLX. Nilai Score rata-rata NASA-TLX yang didapat dari penelitian ini memiliki nilai yang tinggi. Nilai yang didapat untuk dinasan jarak dekat yaitu 71,7%, dan pada dinasan jarak jauh 82,7% dan adanya perbedaan faktor yang mempengaruhi beban kerja mental masinis pada dinasan kereta jarak dekat dan jarak jauh. Faktor dominan yang mempengaruhi beban kerja masinis pada saat menjalani dinasan jarak dekat adalah Mental Demand dan Effort. Lalu, Faktor dominan yang mempengaruhi beban kerja masinis pada saat menjalani dinasan jarak jauh adalah Mental Demand dan Physical Demand. Tingkat beban kerja mental yang dirasakan masinis cukup tinggi, hal tersebut merupakan salah satu pemicu stress dan kelelahan yang terjadi pada masinis. Serta, pembagian jam dinasan yang kurang baik, membuat waktu istirahat menjadi tidak teratur.Kecelakaan yang terjadi di kereta api hampir setiap tahun terjadi dan mengakibatkan korban jiwa serta kerugian yang cukup besar. Salah satu faktor terjadinya kecelakaan kereta api adalah manusia (human error). Human error dapat disebabkan oleh beban kerja mental yang dirasakan oleh masinis. Dampak beban kerja mental berlebih menyebabkan kelelahan, yang dapat menimbulkan kelalaian dalam menjalankan tugasnya hingga dapat menyebabkan kecelakaan kereta api. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisa beban kerja mental yang dirasakan masinis Daop II Bandung dengan objek penelelitian yang diambil adalah masinis yang menjalani dinasan kereta jarak dekat (Bandung-Padalarang, Bandung-Cicalengka) dan kereta jauh (Bandung-Banjar, Bandung-Jakarta). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran beban kerja mental menggunakan NASA-TLX (Task Load Index). Pengumpulan data dilakukan sebanyak 45 sampel (masinis) dengan menggunakan rating NASA-TLX. Nilai Score rata-rata NASA-TLX yang didapat dari penelitian ini memiliki nilai yang tinggi. Nilai yang didapat untuk dinasan jarak dekat yaitu 71,7%, dan pada dinasan jarak jauh 82,7% dan adanya perbedaan faktor yang mempengaruhi beban kerja mental masinis pada dinasan kereta jarak dekat dan jarak jauh. Faktor dominan yang mempengaruhi beban kerja masinis pada saat menjalani dinasan jarak dekat adalah Mental Demand dan Effort. Lalu, Faktor dominan yang mempengaruhi beban kerja masinis pada saat menjalani dinasan jarak jauh adalah Mental Demand dan Physical Demand. Tingkat beban kerja mental yang dirasakan masinis cukup tinggi, hal tersebut merupakan salah satu pemicu stress dan kelelahan yang terjadi pada masinis. Serta, pembagian jam dinasan yang kurang baik, membuat waktu istirahat menjadi tidak teratur.