// <![CDATA[PENGUKURAN PERFORMANSI DI PT. JOYCI NUSANTARA CEMERLANG DENGAN PENDEKATAN MBCFPE PADA KRITERIA FOKUS OPERASI DAN HASIL BISNIS]]> HANDRY HIDAYAT / 13.2007.123 Dosen Pembimbing 1 Ambar Harsono, Ir.,M.T. Sugih Arijanto, S.T., M.M.
Pada saat ini banyak sekali jiwa-jiwa entrepreneur yang tumbuh dengan kesadaran untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri secara mandiri. Hal itu mengakibatkan berkembangnya usaha-usaha kecil secara pesat. Perusahaan harus memiliki daya saing agar perusahaan tidak kalah bersaing dengan perusahaan lain sehingga perusahaan tetap eksis. J&C Cookies sebelumnya belum melakukan pengukuran secara menyeluruh. Sehingga perusahaan masih belum mengetahui secara benar bagaimana kinerja mereka secara menyeluruh dan integrasi antar departemen. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja dari perusahaan adalah dengan menggunakan metode Malcolm Baldrige Criteria For Performance Excellence. Dengan menggunakan metode Malcolm Baldrige perusahaan dapat melihat kinerja perusahaan berdasarkan tujuh kriteria dan integrasi antar departemen yang ada. Metode ini menggunakan pengukuran dengan kriteria yang telah ditentukan dan memberikan feedback mengenai kinerja organisasi secara keseluruhan dalam menghasilkan produk dan pelayanan yang berkualitas. Adapun kriteria yang digunakan untuk meningkatkan performansi adalah fokus operasi dan hasil bisnis. Tahapan awal dari penelitian Malcolm Baldrige ini adalah mengumpulkan data melalui wawancara. Pengumpulan data tersebut digunakan untuk membuat profil organisasi, dokumen aplikasi proses, dokumen aplikasi hasil, review proses, review hasil, scoring proses, dan scoring hasil. Untuk review proses menggunakan metode penilaian ADLI (Approach, Deployment, Learning, dan Integration). Empat faktor yang digunakan untuk mengevaluasi proses adalah Pendekatan (Approach), Penjabaran (Deployment), Pembelajaran (Learning), dan Keterpaduan (Integration) yang disingkat ADLI. Untuk review hasil menggunakan metode penilaian LeTCI (Level, Trends, Comparison, dan Integration). Untuk penentuan skor proses dan hasil menggunakan metode yang sama, yaitu Judgement. Untuk item sistem kerja diperoleh Approach sebesar 50%, Deployment sebesar 50%, Learning sebesar 15%, dan Integration sebesar 20%. Setelah melakukan Judgement diperoleh skor sebesar 12.6 dari bobot lingkungan tenaga kerja yang sebesar 45. Untuk item proses kerja diperoleh Approach sebesar 45%, Deployment sebesar 45%, Learning sebesar 20%, dan Integration sebesar 15%. Setelah melakukan Judgement diperoleh skor sebesar 9.2 dari bobot kerekatan tenaga kerja yang sebesar 40. Untuk item hasil fokus operasi diperoleh Level sebesar 65%, Trend sebesar 60%, Comparisons sebesar 15%, dan Integration sebesar 30%. Setelah melakukan Judgement diperoleh skor sebesar 33,6 dari bobot hasil fokus tenaga kerja yang sebesar 120. Untuk skor total perusahaan secara keseluruhan adalah sebesar 318,85. Skor total akhir tersebut berada pada kategori early result.