// <![CDATA[PENGUKURAN PERFORMANSI DI PT. JOYCI NUSANTARA CEMERLANG DENGAN PENDEKATAN MBCFPE PADA KRITERIA FOKUS PELANGGGAN DAN HASIL BISNIS]]> WISNU NOVRIANTO / 13.2007.128 Dosen Pembimbing 1 Ambar Harsono, Ir., M.T. Sugih Arijanto, S.T., M.M.
Joyci Nusantara Cemerlang Cookies belum pernah melakukan pengukuran terhadap kinerja yang dimiliki oleh perusahaan. Hasil pengukuran tersebut digunakan untuk meningkatkan performansi dari perusahaan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan performansi dari perusahaan adalah dengan menggunakan metode Malcolm Baldrige Criteria For Performance Excellence. Malcolm Baldrige merupakan salah satu alat untuk meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan dan terus-menerus. Metode ini menggunakan pengukuran dengan kriteria yang telah ditentukan dan memberikan feedback mengenai kinerja organisasi secara keseluruhan dalam menghasilkan produk yang berkualitas. Hasil pengukuran tersebut digunakan untuk meningkatkan performansi dari perusahaan. Adapun kriteria yang digunakan untuk meningkatkan performansi adalah fokus pelanggan serta hasil bisnis. Tahapan Malcolm Baldrige adalah membuat profil organisasi, dokumen aplikasi proses, dokumen aplikasi hasil, review proses, review hasil, scoring proses, dan scoring hasil. Untuk review proses menggunakan metode ADLI (Approach, Deployment, Learning, dan Integration). Istilah proses mengacu pada metode yang digunakan dan diperbaiki organisasi dalam menjawab persyaratan Item pada kategori satu sampai dengan enam. Empat faktor yang digunakan untuk mengevaluasi proses adalah Pendekatan (Approach), Penjabaran (Deployment), Pembelajaran (Learning), dan Keterpaduan (Integration) yang disingkat ADLI. Untuk review hasil menggunakan metode LeTCI (Level, Trends, Comparison, dan Integration). Hasil-hasil mengacu pada output dan outcomes organisasi dalam mencapai persyaratan Item tujuh. Untuk scoring proses dan hasil menggunakan metode yang sama, yaitu Judgement. Untuk item suara pelanggan diperoleh Approach sebesar 55%, Deployment sebesar 55%, Learning sebesar 45%, dan Integration sebesar 25%. Setelah melakukan Judgement diperoleh skor sebesar 14,85 dari bobot suara pelanggan yang sebesar 45. Untuk item kerekatan pelanggan diperoleh Approach sebesar 55%, Deployment sebesar 55%, Learning sebesar 35%, dan Integration sebesar 25%. Setelah melakukan Judgement diperoleh skor sebesar 13,2 dari bobot kerekatan pelanggan yang sebesar 40. Untuk item hasil fokus pelanggan diperoleh Level sebesar 65%, Trends sebesar 55%, Comparisons sebesar 10%, dan Integration sebesar 30%. Setelah melakukan Judgement diperoleh skor sebesar 38,7 dari bobot fokus pelanggan yang sebesar 90. Untuk skor keseluruhan perusahaan dengan menggabungkan skor setiap kriteria adalah sebesar 318,85.