// <![CDATA[USULAN TATA LETAK FASILITAS MENGGUNAKAN ALGORITMA AUTOMATED LAYOUT DESIGN PROGRAM (ALDEP) DI INDUSTRI HILIR TEH PTPN VIII]]> HARIZ FAUZAN / 13.2008.017 Dosen Pembimbing 1 Hendro Prassetiyo, ST., MT. Fifi Herni M., ST., MT.
Tata letak mesin dan fasilitas yang ada di industri hilir teh PT. Perkebunan Nusantara VIII pada lantai produksi untuk produk teh celup walini hitam, masih belum efektif dan efisien. Hal ini dapat dilihat dari peletakkan mesin dan fasilitas masih belum sesuai dengan aliran proses produksinya sehingga menimbulkan masalah. Hal tersebut mengakibatkan pemanfaatan jarak yang kurang optimal karena posisi antar mesin/fasilitas cenderung berjauhan. Masalah tersebut akan mengakibatkan terhambatnya aliran material dimana ongkos material handling juga akan menjadi tinggi. Dengan demikian dibutuhkan perancangan ulang (re-design) tata letak pada departemen yang berkaitan dengan proses produksi teh celup walini hitam tersebut dengan menggunakan algoritma Automated Layout Design Program (ALDEP) dengan kriteria meminimumkan total ongkos material handling (OMH). Metode pemecahan masalah yang digunakan pada penelitian ini diklasifikasikan menjadi 2 bagian. Bagian pertama adalah pengolahan data tata letak saat ini (existing layout) dengan menggambar existing layout yang kemudian dievaluasi dengan kriteria minimasi ongkos material handling (OMH). Ongkos material handling (OMH) yang dihasilkan oleh tata letak awal adalah sebesar Rp 388,168. Bagian kedua dari metode pemecahan masalah adalah pembuatan tata letak baru menggunakan algoritma ALDEP dengan software ALDEP sebagai tool. Software ini akan menghasilkan output berupa gambaran kedekatan antar fasilitas yang kemudian akan ditransformasikan menjadi model AAD. Ongkos material handling (OMH) yang dihasilkan oleh tata letak awal adalah sebesar Rp 388,168 . Sedangkan perancangan dengan software ALDEP ini menghasilkan 4 buah alternatif rancangan dengan nilai OMH untuk masing-masing tata letak usulan adalah sebesar Rp 167,81 (alternatif 1), Rp 334,002 (alternatif 2), Rp 280,128 (alternatif 3), dan Rp 267,790 (alternatif 4). Dari 4 buah usulan tata letak yang dihasilkan oleh software ALDEP, tata letak usulan alternatif 1 merupakan usulan yang menghasilkan nilai OMH terkecil bahkan setelah dibandingkan dengan nilai OMH tata letak awal. Dari 4 buah usulan tata letak yang dihasilkan oleh software ALDEP, tata letak usulan alternatif 1 merupakan usulan yang menghasilkan nilai OMH terkecil. Dengan demikian tata letak usulan alternatif 1 ini layak untuk terpilih. Penggunaan lahan tata letak usulan alternatif 1 ini adalah 49,3 m x 53 m atau 2,612,9 m2.